Yaspensel Ungkap Sejumlah Dampak Perubahan Iklim di Kabupaten Lembata

Reporter: TeddiEditor: Redaksi
Poros NTT News
Tim Yaspensel memaparkan hasil kajian dalam kegiatan Diseminasi Pangan Pertanian dan Perubahan Iklim di Lewoleba. (dok.Teddi)

Lembata,Porosnttnews.com- Perubahan iklim terlihat pada jangka waktu yang terjadi di Kabupaen Lembata seperti erupsi vulkanik, variasi sinar matahari, curah hujan atau angin.

Yayasan Pembangunan Sosial Ekonomi Larantuka (Yaspensel) mengungkapkan sejumlah dampak dari perubahan iklim yang selama ini terjadi di Kabupaten Lembata.

Swipe up untuk membaca artikel

Memberikan sumbangsih negatif bagi ketahanan hidup masyarakat serta eksistensi pangan yang selama ini diproduksi oleh petani.

Informasi ini, mengemuka dalam kegiatan Diseminasi Hasil Kajian ‘Pangan Pertanian dan Perubahan Iklim‘ yang diselenggarakan oleh Yayasan Pembangunan Sosial Ekonomi Larantuka (Yaspensel) di Kota Lewoleba, Kamis (2/6).

Dari data hasil Kajian Baseline dengan mengukur tingkat sensitivitas masyarakat, kerentanan masyarakat dan resiliensi terhadap perubahan iklim yang dilakukan Yaspensel di awal bulan Januari 2022, diambil dua wilayah sebagai sampel untuk mengetahui dampak fenomena perubahan iklim.

Dua wilayah itu yakni, desa Tapobali di Kecamatan Wulandoni dan Kelurahan Lewoleba Selatan di Kecamatan Nubatukan. Dampak Perubahan Iklim yang Dirasakan Masyarakat Lewoleba Selatan dan Tapobali

Baca Juga :  Meningkatnya Kekerasan Seksual Terhadap Anak LBH SIKKAP Lembata Angkat Bicara

Ben Kia Asan, Pengelola Program Pangan Pertanian dan Perubahan Iklim Yaspensel menjelaskan, ada sejumlah dampak yang dirasakan masyarakat di dua wilayah ini akibat perubahan iklim.