Bunda Julie; Potensi Budaya dan Pariwisata NTT Lumbung Kesejahteraan Masyarakat

Reporter: Hendrik Mamun
Poros NTT News
Kesempatan ini,Dengan gaya khasnya, Julie Sutrisno Laiskodat meminta waktu untuk berdialog dengan mantan orang nomor 1 Negeri Jiran itu

Jakarta,Porosnttnews.com– Julie Sutrisno Laiskodat salah satu Pelopor feminisme di Indonesia terkhususnya NTT, kini menjadi contoh nyata bagi kaum perempuan.

Kalau sebagai perempuan boleh banget loh untuk punya cita-cita tinggi seperti Bunda Julie. Tapi jangan lupa untuk mewujudkannya seperti kecintaan Bunda Julie Sutrisno Laiskodat terhadap Nusa Tenggara Timur tiada berkesudahan.

Swipe up untuk membaca artikel

Bunda Julie Sutrisno Laiskodat tulang rusuknya Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat,yang selalu mencari terobosan dan inovasi mengenalkan budaya dan pariwisata NTT ke seluruh pelosok daerah hingga mancanegara.

Dialah Ketua Dekranasda NTT yang saat ini, menjabat sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem belum lama sudah  jadi perhatian khusus di arena Rakernas Partai Nasdem yang berlangsung di Jakarta Convention Center.

Sosok yang akrab disapa Bunda Julie ini sungguh luar biasa menampilkan kekayaan budaya di NTT Saat ini. Bahkan diri-Nya juga sangat mampu melakukan “diplomasi” kepada Mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Mahatir Mohamad.

Tun Mahatir hadir pada Rakernas yang dihelat partai Nasdem sebagai pembicara kehormatan dihadapan puluhan ribu kader Nasdem Yang memadati Jakarta Convention Center. Bunda Julie secara khusus hadir pada Rakernas itu atas undangan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

Baca Juga :  Asosiasi Futsal Kabupaten Sumba Barat melakukan Rapat Terbuka Pemilihan Ketua Umum

Dengan gaya khasnya, Julie Sutrisno Laiskodat meminta waktu untuk berdialog dengan mantan orang nomor 1 Negeri Jiran itu.

Disaksikan puluhan ribu kader Nasdem se-Indonesia, Julie Sutrisno Laiskodat memperkenalkan kekayaan wisata yang ada di NTT, salah satu yang diangkat adalah Komodo.

Sebab komodo merupakan hewan langka yang hanya ada di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Kini, Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai destinasi wisata Super Premium oleh Pemerintah Pusat. Penataan itu pun, diikuti dengan pembangunan berbagai infrastruktur pendukung dan dikawal langsung Presiden Jokowi.

“Ijin Tun Mahatir. Saya dari NTT, di Labuan Bajo yang terkenal dengan Komodonya. Saya ingin bertanya karena program Pak Gubernur adalah pariwisata, apakah ada tips-tips supaya NTT bisa ada banyak kunjungan,” tanya Julie Laiskodat ke Tun Mahatir.

Sehingga kami minta tipsnya atau jaringan/koneksi yang bisa dibuka dari Nusa Tenggara Timur ke Malaysia,” sambung Julie.

“Ini tidak ada urusannya dengan politik, tetapi ini urusan kesejahteraan. Politik menuju kesejahteraan masyarakat. Program Pak Gubernur (NTT) adalah pariwisata untuk mensejahterakan masyarakat.

Baca Juga :  Ngobrol Bareng Pemuda Penggerak Literasi Digital

Tun Mahatir pun kemudian menjawab pertanyaan Julie Sutrisno Laiskodat. Menurut Tun Mahatir, penduduk Pulau Komodo sudah sangat bijak. Bahkan saat ini, ada yang sudah jadi Menteri.

Sudah pasti Menteri akan memberi perhatian kepada Pulau Komodo karena aset tersebut yang tidak dapat ditemukan di seluruh dunia.

“Aset itu saja bisa menarik pelancong (pengunjung) datang ke Pulau Komodo. Malaysia pada suatu ketika tidak ada apapun yang dapat menarik pelancong negara lain ke Malaysia. Kami (Malaysia) bukan seperti negara lain yang mempunyai barang atau bangunan lama. Malaysia tidak mempunyai apapun. Dan tidak ada sebab pelancong datang ke Malaysia,” kata Tun Mahatir.

Tetapi menurut Tun Mahatir, apabila diberi tugas kepada seorang Menteri untuk mengurusi kunjungan wisata. Menteri tersebut akan membangun konsep di mana-mana. Karena menurutnya, sesuatu yang dilihat oleh orang Malaysia adalah hal biasa, tetapi bagi orang lain adalah hal yang luar biasa.

“Contohnya orang Arab duduk di padang pasir dan tak ada hujan. Bila hujan, kalau orang Malaysia masuk ke dalam rumah, tapi orang di Arab bahkan keluar rumah. Malaysia banyak hujan. Malaysia begitu hijau, di Eropa bahkan Arab tidak ada tumbuhan hijau. Bahkan masih ada hutan,” kata Tun Mahatir.

Baca Juga :  Inilah Ciri Khas Festival Makanan Rebus Kota Makassar

“Jadi aset kita adalah keadaan di sekeliling kita,” tandas Tun Mahatir.

Kedatang orang luar ke negara kita tentu punya rasa ingin untuk melihat air laut yang jernih, hutan yang hijau bagi kita adalah hal biasa , tetapi bagi pelancong dari negara lain adalah luar biasa.

“Kita gunakan aset itu,”sebut Tun Mahatir.

Kado di Usia ke-50

Bagi Bunda Julie, adalah sebuah kehormatan baginya yang didaulat memberikan pengalungan kain tenun khas NTT kepada sosok yang sangat berpengaruh di negeri Jiran Malaysia, Tun Mahatir Mohamad.

Apalagi bisa melakukan dialog secara langsung dengan mengutarakan pertanyaan.

Pecinta sekaligus salah satu sosok yang ikut memperjuangkan tenun ikat NTT dikenal luas ke mancanegara ini merasa sangat bangga dengan kehormatan yang diberikan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, serta seluruh kader Nasdem di arena Rakernas saat itu. Tak henti-hentinya dia mengutarakan rasa syukurnya.

“Puji Tuhan ini pengalaman sekaligus kado yang luar bisa,” pungkas Bunda Julie.**