Wayan Cs,Terdakwa Kasus Alkes RSUD Kefamenanu Jalani Sidang Dakwaan

Reporter: DVEditor: Tim Redaksi
Poros NTT News
Ikut sidang gunakan kursi roda dr.Wayan cs,terdakwa kasus Alkes RSUD Kefamenanu jalani sidang dakwaan

Kefa,Porosnttnews.Com Tiga orang terdakwa kasus  korupsi pengadaan Alkes RSUD TTU mengikuti sidang yang digelar pada  hari Jumat,2 September 2022.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri TTU, Roberth Jimy Lambila, SH, MH melalui kasi Intel Kejari TTU S.Hendrik Tiip, SH.

Swipe up untuk membaca artikel

Pada Kejaksaan Negeri TTU, menyidangkan perkara Tindak Pidana Korupsi pengadaan Alkes pada RSUD Kefamenanu Tahun 2015.

Sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan terhadap terdakwa dr.I wayan Niarta.M.Kes,  Iswandi Ilyas, Fery Oktaviano.

Terpantau di persidangan Penuntut Umum S.Hendrik Tiip.SH dan Andrew P Keya.SH membacakan dakwaan yang didakwakan kepada I Wayan Niarta.Cs.

Terdakwa I Wayan Niarta.cs didakwa melakukan tindak pidana Korupsi pengadaan Alkes ICU Non e-Katalog, Maternal Non e-Katalog, Neonatal Non e-Katalog dengan dakwaan melanggar Kesatu Primair 2 ayat 1 UU Tipikor Jo. Pasal , subsidair Pasal 3 UU Tipikor Jo. Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP atau Kedua pasal 21 UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Anti KKN Jo. Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP.

Baca Juga :  Warga Flotim yang Bom Ikan di Perairan Lembata, Berhasil Diamankan Pihak Kepolisian

Terlihat terdakwa I Wayan Niarta hadir dengan menggunakan kursi roda dan membawa tabung oksigen untuk berjaga – jaga dalam mengikuti persidangan hingga akhir.

Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaannya, sebagai saksi dalam perkara terdakwa Yoksan Bureni,Cs.

Sedangkan terdakwa Iswandi Ilyas dan Ferry Oktaviano mengikuti sidang secara virtual dari Rutan Anak Air Padang.

Terhadap dakwaan yang dibacakan Penuntut Umum tersebut, terdakwa I Wayan Niarta tidak mengajukan eksepsi.

Sementara terdakwa Iswandi Ilyas dan Ferry Oktaviano mengajukan eksepsi atas dakwaan Penuntut Umum.

Adapun dakwaan Penuntut Umum terungkap bahwa adanya Kolusi, pengaturan proses tender dan HPS, yang dilakukan bersama sama oleh Direktur RSUD,PPK, Pokja ULP, permintaan fee,

pemberian fee kepada pejabat Pokja ULP, PPK, Direktur RSUD Kefamenanu, petugas perencana anggaran, Bupati,termasuk Panitia Penerima dan Pemeriksa Barang.

Jaksa Penuntut Umum juga mengatakan adanya mark Up harga dalam penyusunan HPS yang dilakukan bersama sama dengan pihak swasta.

Dengan adanya eksepsi dari penasihat hukum terdakwa II Iswandi Ilyasdan III, maka sidang ditunda sampai hari Kamis tanggal 8 september 2022, kata Hakim Ketua sidang Derman P Nababan yang saat itu di dampingi Lisbet Adelina dan Florence Katarina.