Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Mengenang Sosok Chairil Anwar,Mahasiswa IKTL Prodi PBSI Gelar Diskusi Bersama

Poros NTT News
Mahasiswa IKTL Prodi PBSI gelar diskusi bersama untuk memperkenalkan sosok Chairil Anwar kepada generasi muda sebagai agen perubahan yang dapat menginspirasi dalam dunia sastra Indonesia./ dok.Elton Nggiri.

Larantuka, PRS – Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) mengadakan diskusi bertajuk “Murine kuat kemuha” yang mengangkat sosok Chairil Anwar sebagai seorang penyair besar Indonesia yang berjasa dalam dunia sastra Indonesia.

Diskusi ini dilakukan dengan tujuan untuk memperkenalkan sosok Chairil Anwar kepada generasi muda sebagai agen perubahan yang dapat menginspirasi dalam dunia sastra Indonesia.

Dalam diskusi ini, mahasiswa PBSI IKTL membahas karya-karya Chairil Anwar yang telah menjadi bagian dari sejarah sastra Indonesia.

Chairil Anwar adalah salah satu penyair besar Indonesia yang terkenal dengan karya-karyanya yang berani dan kontroversial.

Karya-karyanya banyak mengangkat tema-tema sosial dan politik yang terjadi pada masanya. Sebagai contoh, karya “Aku” yang menceritakan tentang kegelisahan seorang individu yang tidak bisa diterima oleh masyarakat, “Krawang-Bekasi” yang menggambarkan kekejaman perang dan karya lainnya yang menjadi ikon dalam dunia sastra Indonesia.

Dalam diskusi “Murine kuat kemuha”, mahasiswa PBSI IKTL membahas bagaimana karya-karya Chairil Anwar memberikan kontribusi besar dalam pengembangan sastra Indonesia.

Baca Juga :  Mahasiswa IKTL Bersama Msayatakat Lakukan Pembersihan Mata Air

Mereka juga membahas tentang pentingnya memperkenalkan sosok Chairil Anwar kepada generasi muda sebagai contoh yang dapat dijadikan inspirasi untuk menghasilkan karya-karya sastra yang berkualitas.

Selain membahas karya-karya Chairil Anwar, diskusi ini juga membahas tentang pentingnya menjaga dan melestarikan karya-karya sastra Indonesia.

Selain diskusi ini, mahasiswa PBSI IKTL menekankan pentingnya menjaga bahasa dan budaya Indonesia sebagai bagian dari identitas bangsa dengan mengadakan diskusi bertajuk “Murine kuat kemuha” (dalam bahasa Lamaholot) yang artinya generasi muda sebagai agen perubahan.

Dengan adanya diskusi “Murine kuat kemuha”, diharapkan generasi muda dapat mengenal sosok Chairil Anwar sebagai salah satu penyair besar Indonesia yang berjasa dalam dunia sastra Indonesia.

Mereka juga dapat terinspirasi untuk menghasilkan karya-karya sastra yang berkualitas dan dapat mengembangkan sastra Indonesia ke depan.

Kegiatan diksusi tersebut bertempat di pelataran kampus IKTL, Kelurahan Waibalun, kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, pada jumad 28 April lalu yang dihadiri sejumlah mahasiswa dari prodi PBSI serta beberapa suster dari biara CIJ Waibalun.