Daerah  

Segudang Keluhan Masyarakat Dengan Janji Mantan Bupati Flores Timur di Desa Woloklibang

Reporter: Hendrik
Poros NTT News
Keterangan Kondisi jalan aspal desa woloklibang sudah mulai retak.

Flotim,Porosnttnews.comPeresemian Sani Tasi Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Woloklibang, hadir langsung mantan pejabat Bupati Antonius Hubertus Gege Hadjon pada saat itu mendapatkan segudang keluhan dan permintaan masyarakat Adonara Barat Senin, 27/8/2018.

Dililansir dari media poskupang Bupati Anton langsung memastikan ruas jalan itu akan dihotmix 2019 dan mendapat tepuk tangan meriah dari masyarakat.

Swipe up untuk membaca artikel

Masyarakat beberapa desa yang menghadiri deklarasi STBM di Desa Woloklibang menyampaikan agar jalan-jalan raya di desa mereka bisa diperbaiki.

Namun dalam perjalanan janji tersebut masyarakat Desa pergi menagih di kantor Bupati Kabupaten Flores Timur hampir pulang pergi  berujung putus asa karena belum ada titik kepastian.

Demikan pada bulan Agustus Tahun 2019, janji Bupati pun terealisasi dengan memulai pengusuran jalan sekitar cabang masuk desa woloklibang dari hurung ke Desa riang padu.

Ada pun pantauan media dilapangan tidak sesuai dengan janji mantan Bupati bahwa 3 KM jln Hotmix maka awak media melakukan konfirmasi lanjut dengan pihak tender dari  PT CMK yang ada di adonara barat melalui via whatsap, namun belum ada jawaban.

Baca Juga :  Diduga PT. Yetty Dharmawan Kerja Jalan Hotmix Rp 15,4 M Tanpa Agregat

Sehingga informasi ini, awak media mencoba melakukan konfirmasi dengan mantan Bupati Kab.Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon.

“Waktu kunjungan ke sana rencana (renc) 3 KM untuk (utk) pembangunan (pemb) beberapa (bbrp) tahun (thn) anggaran. Namun akibat covid dan seroja di Tahun 2020 menyebabkan pembangunan (pemb) tidak (tdk) dapat (dpt) dilanjutkan  keterangan ini sesuai chat whatshap yang disampaikan yang diterima langsung oleh awak media.”

sempat awak media membangun informasi dengan masyarakat Ada pun ungkapan beberapa masyarakat Desa dilapangan, bahwa diduga tidak ada pemasangan papan informasi juga terkait pengerjaan jalan aspal sesuai anggaran yang ditetapkan.

Sehingga masyarakat pun meminta perlu ada tindakan pemerikiksaaan dan perlu selidiki beberapa  titik lokasi proyek seperti jalan aspal dan bangunan lainya yang ada di Adonara Barat.

Hingga berita ini pun terpaksa diterbitkan  demi kepentingan  masyarakat desa  yang saat ini membutuhkan sentuhan lanjutan pembangunan oleh pemerintah.**