Opini  

Gelar Sarjana Tak Menjamin Gaji Layak di Awal Karier

Poros NTT News
Vinsensia Cristali Benga Laga Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia.

PRS – Fenomena overqualified namun underpaid kini menjadi ironi baru di kalangan fresh graduate Indonesia.

Di satu sisi, lulusan perguruan tinggi hadir dengan gelar akademik yang tinggi, namun di sisi lain mereka harus menerima kenyataan bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan kompetensi, bahkan dengan gaji yang jauh dari ekspektasi.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

Kondisi ini bukan sekadar cerita individu, melainkan gambaran struktural dari persoalan ketenagakerjaan nasional.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa lulusan perguruan tinggi masih menyumbang angka pengangguran terbuka yang signifikan.

Bahkan bagi mereka yang berhasil bekerja, tidak sedikit yang harus berkompromi dengan pekerjaan di luar bidang studi.

Fenomena ini dikenal sebagai mismatch, yaitu ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.

Masalah ini semakin kompleks karena jumlah lulusan terus meningkat setiap tahun, sementara pertumbuhan lapangan kerja yang relevan tidak mampu mengimbangi.

Baca Juga :  Menolak Lupa pada Sastra NTT: Refleksi Terhadap Gerson Poyk dan Umbu Landu Paranggi

Ada beberapa faktor utama yang memperparah kondisi ini. Pertama, ketimpangan antara supply dan demand tenaga kerja. Perguruan tinggi terus mencetak lulusan, tetapi dunia industri tidak selalu siap menyerap mereka sesuai bidang keahlian. Kedua, paradoks pengalaman kerja.

Banyak perusahaan mensyaratkan pengalaman bahkan untuk posisi entry-level, sehingga fresh graduate terjebak dalam lingkaran tanpa pengalaman—tanpa pekerjaan.

Ketiga, kesenjangan antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan industri. Dunia kerja saat ini menuntut keterampilan praktis seperti kemampuan digital, komunikasi, kerja tim, dan problem solving.

Sayangnya, tidak semua lulusan dibekali secara optimal dengan kompetensi tersebut selama masa studi.

Perkembangan teknologi dan digitalisasi juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Otomatisasi telah mengurangi sejumlah pekerjaan dasar, sehingga peluang bagi pemula semakin terbatas.

Akibatnya, persaingan menjadi lebih ketat dan standar perusahaan semakin tinggi.

Namun, penting untuk melihat fenomena ini secara lebih objektif. Bekerja di luar bidang studi tidak selalu berarti kegagalan.

Justru, dalam banyak kasus, pengalaman tersebut menjadi pintu awal untuk mengembangkan keterampilan non-teknis yang sangat dibutuhkan dalam jangka panjang, seperti adaptasi, komunikasi, dan manajemen waktu.

Baca Juga :  Kisangulu-Kisah Sepenggal, Dua dari Congo-Afrika

Meski demikian, kondisi overqualified tapi underpaid tetap tidak bisa dianggap normal. Ini adalah sinyal bahwa ada yang perlu diperbaiki dalam ekosistem pendidikan dan ketenagakerjaan di Indonesia.

Perguruan tinggi harus mulai bertransformasi dengan memperkuat pembelajaran berbasis praktik, memperluas program magang, serta membangun kemitraan dengan dunia industri.

Sementara itu, pemerintah perlu hadir melalui kebijakan yang mendorong penciptaan lapangan kerja, pelatihan vokasi, dan sertifikasi kompetensi yang relevan.

Di sisi lain, fresh graduate juga tidak bisa hanya mengandalkan ijazah. Mereka perlu proaktif mengembangkan diri melalui pengalaman organisasi, kursus tambahan, hingga pekerjaan paruh waktu untuk meningkatkan daya saing.

Pada akhirnya, realitas ini mengajarkan bahwa dunia kerja tidak lagi berjalan linier. Gelar akademik bukan jaminan kesuksesan instan. Yang lebih menentukan adalah kemampuan beradaptasi, kemauan belajar, dan keberanian memulai dari bawah.

Fenomena ini memang pahit, tetapi bukan akhir dari segalanya. Bagi mereka yang mampu bertahan dan terus berkembang, jalan karier tetap terbuka meski harus dimulai dari jalur yang tidak pernah direncanakan sebelumnya.

Baca Juga :  Pater Nus; Satu Perjalanan, Satu Refleksi Congo-Afrika

Penulis: Vinsensia Cristali Benga Laga

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung