Daerah  

Menjelang HUT RI Ke 77, Masyarakat Omesuri di Lembata Ikut Karnaval Laut

Reporter: TeddiEditor: Tim Redaksi
Poros NTT News

Lembata,Porosnttnews.com– Semua masyarakat di Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar karnaval laut.

Pagelaran karnaval ini dilakukan dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 77.

Swipe up untuk membaca artikel

Disaksikan media pada Senin (15/8) pagi, puluhan perahu motor milik warga pesisir kecamatan Omesuri sejak pukul 08.00 Wita berlabuh disepanjang perairan laut Desa Wailolong.

Semua perahu motor berbendera merah putih dihiasi pernak pernik khas 17 Agustus. Warga pesisir Omesuri dan para nelayan juga ikut dalam karnaval laut tersebut.

Menggunakan perahu motor, mereka ramai-ramai berlayar menuju pelabuhan laut Balauring sebagai titik finis pawai karnaval itu.

Ade Hasan Yusuf, Camat Omesuri kepada wartawan, Senin (15/8) mengatakan, selain bertujuan memeriahkan HUT RI ke 77 namun, karnaval itu bertujuan menumbuhkan semangat nasionalisme masyarakat.

Untuk pertama kalinya kata Ade Hasan, karnaval itu diselenggarakan di laut. Semangat partisipasi masyarakat pesisir juga dinilai sangat luar biasa.

Baca Juga :  Bunda Julie; Potensi Budaya dan Pariwisata NTT Lumbung Kesejahteraan Masyarakat

Orang tua, dan remaja serta anak-anak tidak ketinggalan. Semuanya berbaur dan mengikuti dengan antusias momentum unik ini.

“Biasanya karnaval dilakukan di jalan umum, namun kami coba dengan di laut, ternyata partisipasi masyarakat sangat luar biasa,” katanya ketika ditemui wartawan di pelabuhan Balauring.

Sebelum karnaval berlangsung, sebutnya, masyarakat pesisir Omesuri bersama pemerintah kecamatan, TNI dan Polri menggelar aksi penanaman mangrove.

Penanaman anakan mangrove atau bakau itu dilakukan disepanjang bantaran muara kali hingga ke pesisisr pantai desa Wailolong.

Sedikitnya 1.000 anakan bakau berhasil mereka tanam di daerah tersebut.

Camat Ade Hasan menuturkan, aksi penanaman bakau ini merupakan bentuk pelestarian ekosistem alam.

“Selain memperingati HUT RI, kita lakukan aksi tanam bakau,” ujarnya.

Rens Manuk, warga desa Balauring menilai, kegiatan menyambut HUT RI ke 77 yang digagas pemerintah kecamatan dan masyarakat pesisir ini musti dilestarikan.

“Jangan sampai hanya hari ini saja, terlebih bakau, musti dari waktu ke waktu harus selalu ditanam,” paparnya kepada wartawan, Senin (15/8).

Baca Juga :  Tim Sar Gabungan Berhasil Menemukan 3 Orang Nelayan dari Perairan Desa Pota Manggarai Timur

Hal yang sama diucapkan Andik Purek. Baginya, kegiatan-kegiatan bertajuk pelestarian lingkungan musti terus digalakan setiap waktu.

Pasalnya, kata dia, hal semacam itu juga selaras dengan semangat cinta tanah air. Karenanya musti ada keberlanjutan.

“Mengukur rasa nasionalisme salah satunya adalah mencintai dan melestarikan alam, itu intinya,” ucap Andika.

Sebagai informasi, Pemerintah Kecamatan Omesuri selain menggelar karnaval laut, namun mereka juga menjadikan aksi tanam bakau sebagai salah satu program tambahan yang terus dilakukan setiap waktu.**