Introduksi Raymundus Penana Nuba dari Jurnalis Merambah Dunia Politik dengan Multi Talenta

Poros NTT News
Raymundus Penana Nuba kader muda hadir jadi Calon DPRD NTT dari fraksi PDIP nomor urut 5 jadi pilihan kita bersama.

Selepas itu, pada usia yang masih sangat muda, Raymundus masuk pada salah satu Partai Politik yakni Partai Demokrasi Kebangsaan, tahun 2009.

Ia juga menguji nyali politiknya menjadi Calon DPRD NTT, namun debut perdananya ini belum menuai sukses.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

“Waktu itu saya tertarik pada sosok Ryas Rasyid, tokoh satu-satunya yang menggagas Otonomi daerah.

Pikiran perubahan yang sangat dasyat dari Ryas Rasyid, tentang desentralisasi, tentang reformasi birokrasi serta resolusi kebangsaan menjadi magnet yang sangat kuat untuk saya mendekat di Partai ini.

Pikiran-pikirannya seperti ada di dalam jiwa saya, sehingga dalam usia yang masih sangat muda, saya memutuskan bergabung.

Tetapi riwayat Partai ini tidak bertahan lama. Partai ini kemudian bubar dan saya mulai membangun gerakan politik  yang terafiliasi dengan PDI-Perjuangan.

Pada tahun 2014, saya mendapat mandat sebagai Ketua Seknas Jokowi wilayah Nusa Tenggara Timur untuk memenangkan Jokowi menjadi Presiden Indonesia,” tutur Raymundus.

Baca Juga :  BNN RI-Lion AIR Group Berbagi Pengalaman Audit Investigasi

Ia menambahkan, dirinya saat itu bekerja secara sukarela bersama jejaring relawan se Indonesia membuat gerakan politik yang cukup masif membela dan memenangkan Jokowi.

Mereka menyelanggarakan bakti sosial, berkunjung ke desa-desa untuk meyakinkan masyarakat memilih Jokowi dengan biaya sendiri.

Saat itu ada semacam keyakinan bahwa Indonesia bakal menjadi baik di tangan Jokowi, karena Jokowi orang baik.

Maka muncul tagline orang baik pilih orang baik. Saya bersyukur bisa bertemu Jokowi secara langsung saat beliau masih di gadang-gadang menjadi Calon Presiden.

Ada satu pesan yang ditulis dengan tangannya sendiri dan diserahkan kepada saya, ‘Perjuangan Kita Belum Usai’.

Tulisan itu diserahkan kepada saya. Kekuatan pesan Jokowi itu kemudian memacu saya untuk lebih giat bekerja, dengan satu keyakinan, Indonesia pasti lebih baik di tangan beliau,” Ujarnya.

Memasuki tahun 2019, saat Jokowi maju ke periode II, Raymundus juga terpilih menjadi Sekretaris Panitia Kampanye Akbar Jokowi di Kota Kupang, dimana ketuanya adalah Melki Laka Lena yang saat ini menjadi ketua DPD II Partai Golkar.

Baca Juga :  Siap Menang Pemilu 2024, DPC Gerindra TTU Lakukan Fit And Proper Test Bagi 35 Bakal Caleg

Seluruh persiapan kampanye dan pelaksanaan sukses dan mendapat apresiasi. Tahun itu pula, Raymundus ditetapkan menjadi Calon Legislatif untuk DPRD NTT dari PDI-Perjuangan di wilayah Kota Kupang.

Namun nasib belum beruntung. Dengan segala macam kekuarangan dari sisi materi, ia mendapat dukungan luar biasa dari anak-anak muda Kota Kupang. Ia keluar sebagai runner up dan memberi hormat pada rekan separtainya yang berhasil duduk di DPRD NTT.

“Saya memilih Daerah Pemilihan Kota Kupang dengan alasan, menguji kondisi sosiologis masyarakat Kota Kupang yang plurar dari politik identitas yang marak saat itu.

Saya dibilang sebagai calon asing di kandang orang, bermain api di kandang lawan, dan masih banyak narasi yang berusaha menjegal langkah politik saya saat itu.

Namun saya tidak peduli, karena masih banyak orang yang juga akhirnya menjadi saudara karena bertemu dalam ruang politik seperti ini.

Saya nikmati dan terus berjuang, karena bagi saya, politik adalah panggilan kerasulan, seperti yang pernah saya jalani sebagai aktivis dan jurnalis.

Baca Juga :  Partai Kebangkitan Nusantara Semakin Terpopuler Dimata Masyarakat Lembata

Harus ada idealisme dan komitmen sekalipun harus melewati jalan terjal dan jauh. Saya telah memutuskan berada di jalur ini, menjalani politik pembebasan sesuai dengan jiwa dan semangat pribadi,” tegas Raymundus.

Kini Raymundus Penana Nuba sedang berkeliling kampung. Ia berjumpa dengan masyarakat di wilayah pemilihannya, Flores Timur, Lembata dan Alor.

Saya saat ini masih di Adonara, beberapa tempat sudah saya datangi. Saya membawa pesan damai buat masyarakat.

Berdialog secara humanis dengan masyarakat maupun dengan sesama politisi, baik separtai maupun lainnya.

Sebab politik saat ini, harus dikonstruksi dengan pola dialog, agar kita mampu mewujudkan persatuan antar sesama anak bangsa guna membangun NTT maupun Indonesia yang kita cintai.(o1/PRS).

Editor: Hendrik

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung