Opini  

Kerja Sunyi Seorang Penyair: Menemukan Dunia di Balik Riuh Zaman

Reporter : PorosNTT
Poros NTT News

Oleh: Thomas Krispianus Swalar Guru SMAN 1 Nagawutung di Kabupaten Lembata,NTT

PRS – Di tengah hiruk-pikuk zaman digital, ketika banyak orang berlomba menunjukkan eksistensi melalui suara yang paling keras dan unggahan yang paling ramai, seorang penyair justru memilih jalan yang berbeda.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

Ia bekerja dalam diam, bersahabat dengan kesunyian, dan dari ruang hening itu lahirlah kata-kata yang mampu menyentuh jiwa.

Bagi seorang penyair, sunyi bukan sekadar ketiadaan suara.

Sunyi adalah ruang penciptaan, laboratorium batin tempat perasaan, pengalaman, dan pengamatan diramu menjadi puisi yang penuh makna.

Dunia bergerak begitu cepat. Banyak orang melihat, tetapi tak sungguh-sungguh mengamati. Banyak yang mendengar, tetapi tak benar-benar menyimak.

Di sinilah penyair mengambil peran istimewa.

Ia berhenti sejenak untuk menangkap detail-detail kecil yang luput dari perhatian banyak orang.

Dalam kesunyian, penyair mampu merasakan getar daun yang jatuh, aroma tanah setelah hujan, hingga kesedihan samar di wajah seorang asing di sudut halte.

Baca Juga :  Rakyat Indonesia Memilih Pemimpin yang Membawa Sistem Kepemimpinan Strategis Pasca Kepemimpinan Jokowi

Semua itu disimpan, direnungkan, lalu diterjemahkan menjadi kata-kata yang hidup.

Sunyi juga memberi ruang bagi penyair untuk berdialog dengan dirinya sendiri. Emosi yang semula kusut dan tak beraturan perlahan dipilah, hingga menemukan bentuk yang jernih dalam bait-bait puisi.

Menulis puisi bukan sekadar menyusun kata agar terdengar indah. Di balik sebuah puisi yang singkat, tersembunyi proses panjang dan melelahkan.

Seorang penyair bisa menghabiskan waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari, hanya untuk menemukan satu kata yang paling tepat.

Setiap diksi dipilih dengan cermat, setiap metafora dipertimbangkan, dan setiap ritme dirasakan dengan hati-hati.

Tak ada tepuk tangan ketika satu baris selesai ditulis. Tak ada sorotan ketika penyair bergulat dengan kalimat yang terus dihapus dan ditulis ulang. Semua berlangsung dalam keheningan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung