Dalam perjalan kembali ke sekolah, Yulius Dakosta Mawo menanyakan kepada Kristian Paju , kenapa Ade menangis dan tidak pergi sekolah ? dan di jawab saya di culik oleh dua orang yang tidak saya kenal dengan menggunakan mobil kijang warna biru.
Sesampainya di sekolah , Yulius Dakosta Mawo mengantarkan Kristian Paju, ke pintu gerbang sekolah dan menemui salah seorang guru yang berada d depan gerbang sekolah, serta menceritakan kejadian yang di dengar dari Kristian Paju.
Dengan Informasi dan keterangan yang terhimpun kejadian tersebut, Kapolres Ngada AKBP Padmo Arianto, S.I.K dalam Konferensi Persnya megatakan, Pihak Polres Ngada mendatangi TKP, melakukan Pulbaket, dan Penyelidikan dengan hasil sebagai berikut,
“Bahwa informasi yang di sampaikan adalah oleh Kristian Paju adalah tidak benar yang mana dibuktikan dengan rekaman hasil CCTV, yang mana hasil CCTV bahwa mobil yang digunakan di duga untuk menculik Kristian Paju tidak pernah melewati jalur yang ditunjuk olehnya”
“Bahwa keterangan dari Kristian Paju yang mengatakan kalau dia di culik dan di bawa pergi dengan mobil kijang warna biru dengan jarak kurang lebih sekitar 800 meter, adalah tidak benar yang mana Kristian Paju dari rekaman CCTV, dia berjalan kaki sendiri”
“Dari semua pernyataan Kristian Paju Petugas berkesimpulan bahwa pernyataan tentang kasus Penculikan terhadap dirinya adalah tidak benar/Hoax”
“Dari pihak sekolah juga menerangkan bahwa Kristian Paju sudah sering berulang kali tidak masuk sekolah dan sering bolos. Sedangkan keterangan dari Ibu Kandung dari Kristian Paju
mengatakan bahwa Kristian Paju rajin dan selalu pergi sekolah”
“Berdasarkan keterangan dari saudara Kristian Paju , yang mengatakan bahwa dirinya culik oleh dua orang yang tidak di kenal tersebut merupakan alibi yang bersangkutan di karenakan ada rasa ketakutan terhadap orang tua dan guru yang mana yang bersangkutan sudah terlambat dan sering tidak masuk sekolah”
“Alibi yang dilakukan menciptakan kegaduan dan ketakutan bagi seluruh masyarakat terutama orang tua siswa-siswi Sekolah Dasar”
Kejadian ini dapat menimbulkan permasalahan antara masyarakat yang mana akan terjadi main hakim sendiri, dikarenakan terjadi di saat issu penculikan anak yang sedang berhembus di tengah masyarakat,
“Isu Penculikan Anak Di Bajawa Kabupaten Ngada Adalah Hoax”, Tegas Kapolres Ngada
Kasus tersebut sudah di Klarifikasi oleh Unit PPA Polres Ngada bersama Guru dan Keluarga saudara Kristian Paju, bahwa saudara Kristian Paju , sering mengalami sakit atau gangguan kesehatan.
“Unit PPA Polres Ngada sudah berkoordinasi dengan Bagian Psilkologi pada Dinas PMDP3A Kab. Ngada terkait keterangan atau pernyataan yang Kristian Paju (di duga Korban) tentang Penculikan,”tutup Kapolres Ngada AKBP Padmo Arianto, S.I.K.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












