Daerah  

Komisi V DPRD NTT Soroti Konflik Berkepanjangan di SMKN 5 Kupang

Reporter : Hendrik
Poros NTT News

PRS – Anggota Komisi V DPRD NTT, Kasmirus Kolo menyoroti konflik internal yang terus terjadi di SMKN 5 Kupang dan belum menemukan titik penyelesaian hingga saat ini pada Kamis, 7 Mei 2026.

Menurutnya, persoalan yang melibatkan kepala sekolah, guru, hingga pihak dinas pendidikan tersebut telah berlangsung sejak tahun 2024 dan berpotensi merusak citra sekolah unggulan di Kota Kupang itu.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

“Konflik ini memang bagian dari dinamika. Tidak ada perubahan tanpa dinamika. Tetapi dinamika itu harus sehat dan segera diselesaikan,” ujar Kasmirus Kolo usai mengikuti pertemuan bersama pihak sekolah, guru, pengawas, dan Dinas Pendidikan.

Ia menegaskan, status SMKN 5 Kupang sebagai sekolah unggulan harus tetap dipertahankan. Namun, kondisi konflik berkepanjangan dinilai dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat, khususnya para orang tua siswa yang hendak mendaftarkan anaknya pada tahun ajaran baru.

Kasmirus menilai persoalan tidak kunjung selesai karena masing-masing pihak lebih mengedepankan ego dan mencari pembenaran sendiri.

Baca Juga :  Berpeluang Lolos di Lowongan Kerja Sekretaris Direktur Astra Credit Companies (ACC)

Ia meminta semua pihak segera menyelesaikan persoalan sesuai aturan yang berlaku. Jika ada dugaan pelanggaran hukum, maka harus diproses melalui jalur hukum yang sah.

“Kalau memang ada kesalahan kepala sekolah atau pihak lain dan sudah masuk ranah hukum, silakan diproses sesuai aturan. Tetapi kalau persoalannya hanya sentimen pribadi dan emosi antar guru, itu tidak boleh dibiarkan terus terjadi,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, Komisi V juga menyoroti dugaan persoalan aliran dana dan honor di lingkungan sekolah.

Menurut Kasmirus, informasi terkait dugaan aliran dana itu bahkan sudah menjadi perhatian publik dan media massa.

Ia mempertanyakan mengapa persoalan tersebut bisa berlarut-larut hingga bertahun-tahun tanpa penyelesaian.

“Kalau masalah ini terus dibiarkan, masyarakat akan menilai dinas tidak mampu menyelesaikan persoalan di sekolah,” katanya.

Ia menilai lambannya penyelesaian menjadi cerminan lemahnya kepemimpinan di lingkungan Dinas Pendidikan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung