Selain itu, NTT secara umum dan di luar Indonesia yang akan dibantu oleh BPOM untuk standarisasi pembuatan produk sesuai ketentuan yang berlaku.
Program ini, kata dia, diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia untuk membantu UMKM mengembangkan produk mereka.
Laka Lena juga menyatakan kesiapannya untuk menjadi investor bagi UMKM yang mengalami kesulitan dalam produksi.
“Jadi program kerjasama ini merupakan program pertama di NTT, dan jika ini berhasil maka bisa duplikasi untuk dilakukan di Indonesia agar UMKM bisa berkembang dengan baik,” terangnya.
Dia menjelaskan, kekurangan dari para pelaku UMKM di NTT akan dibantu melalui Bentoel Bangun Karya, karena pemerintah belum ada anggaran untuk membangun rumah produksi untuk pelaku UMKM.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












