Nama Julie Laiskodat Disebut Kepala SMAK Lewoleba Saat Apresiasi

Poros NTT News

Sebagian besar siswanya berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

Kepala sekolah mengakui bahwa hampir seluruh siswa menerima dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk menunjang biaya pendidikan mereka.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

Namun, keterbatasan itu tidak menghalangi semangat guru dan siswa untuk terus belajar.

Charles Primus Kia menekankan bahwa pendidikan bukan hanya soal fasilitas, tetapi soal kemauan dan kesempatan untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

“Sekolah kami sederhana. Anak-anak di sini kebanyakan dari keluarga kurang mampu, tapi mereka punya semangat belajar yang tinggi. Beberapa siswa mendapatkan bantuan dana PIP. Kami terus berusaha menciptakan lingkungan belajar yang layak dan penuh semangat,” jelasnya.

Selain fokus pada pengembangan pendidikan, SMAK St. Yakobus Rasul Lewoleba juga tengah berjuang membangun Asrama sebagai fasilitas pendukung bagi siswa yang berasal dari desa-desa jauh.

Pembangunan ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari pondasi hingga rencana pembangunan dinding.

Baca Juga :  Unimor Pertama Kali Panen Perdana Di Musim Hujan

Kepala sekolah berharap adanya perhatian dan dukungan lebih luas dari pemerintah daerah maupun pihak-pihak dermawan, termasuk dari tokoh masyarakat seperti Ibu Julie Sutrisno Laiskodat, yang dikenal aktif mendukung pendidikan di NTT.

“Saat ini kami sedang membangun Asrama. Pondasinya sedang dikerjakan, tapi kami masih mencari dana untuk melanjutkan pembangunan dinding,” ungkap Charles.

Reporter: PorosNTT

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung