Dirinya meminta Bupati segera copot SK itu, kerena di Kabupaten Kupang sering terjadi berulang-ulang kali seperti tahun lalu ada di Fatuleu dan sekarang Amarasi, Ini mungkin besok dan seterusnya akan tejadi lagi,tegasnya.
Meliantus menegaskan karena tidak setuju, sebab orang yang suda meninggal dan ada orang yang tinggal di jakarta sana digantikan dengan orang lain untuk ikut coblos.
Pengelembungan suara berdasarkan temuan ceklist terdapat 13 orang diataranya 3 orng sudah meninggal dunia sedangkan yang diperantauan ada 7 orang dan yang ada dikampung 3 orang.
Lebih lanjut Leondias Nopenanu sebagai Tim pemenang O1 menyampaikan nama 3 orang yang sudah meninggal dunia ikut coblos diantaranya Melki Sedek Mnao (Alm),Kefas Bonat (Alm), Aleks Reinati (Alm).
Sedangkan nama Apdon neno bais (kalimantan),Nelci reo (kalimantan),Yefri nome (Jakarta),Ingrit Noti (Jakarta) Armi Soleh ( Irian), Swingli Moni(jakarta) Ance Bei ( Kupang), Antoneta Taunu (Irian), Halena Parikaes (Kampung), Frid Reinama (Kampung), Susana Laukamuti (Kampung).
Lebih fatal lagi Yetri Autapah ada di Kupang bisa menggunakan hak pilih dengan mengantikan Yirsa Yaunu dengan sesuai pengakuan dari panitia, kata Leondias Nopenanu sebagai Tim pemenang O1.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












