Mereka mengadakan pelatihan kepada masyarakat dan pengurus BUM Desa mengenai pentingnya branding dan teknik pemasaran modern.
Produk unggulan yang dihasilkan dari kolaborasi ini adalah keripik singkong, Stik Labu Kuning dan Kue Putu dengan berbagai rasa.
“Produk ini dipasarkan melalui toko online dan beberapa pasar tradisional.
Masyarakat juga diajarkan cara mengelola keuangan usaha dan cara menjalin kerjasama dengan distributor,” katanya.
Keberhasilan program ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara akademisi, pengurus BUM Desa Duawutun, dan masyarakat dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan ekonomi desa.
Dia juga berharap kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut dan diaplikasikan di desa-desa di Kabupaten Lembata dan seluruh Desa di Indonesia.
Reporter : Wil Makan
Eeitor : Hendrik
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












