Kenaikan Angka Stunting di NTT Mencapai 30-an Persen, DPR RI Segera Panggil Kemenkes dan BKKBN

Poros NTT News
Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena.

Yance menegaskan perlunya edukasi dan pendampingan bagi keluarga berisiko stunting atau calon pengantin, untuk memastikan kondisi yang ideal saat hamil dan melahirkan. “Sehingga pencegahan stunting harus dimulai dari situ,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kupang, Drg. Fransisca J.H Ikasasi, menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar tentang tinggi badan, tetapi juga tentang kualitas otak.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

Ia memperkuat pentingnya memperhatikan masa 1.000 hari pertama kehidupan anak sebagai upaya pencegahan stunting.

Fransisca juga mengajak masyarakat Kota Kupang untuk menjadi agen perubahan dalam percepatan penurunan stunting, terutama melalui program Kader Inisiasi Masyarakat Perkotaan (IMP).

“Kota Kupang memiliki lebih dari lima ribu balita yang terkonfirmasi stunting. Nah tugas kita bersama adalah mengatasi stunting ini,” tandasnya.

Pentingnya penanganan stunting juga ditekankan oleh Fransisca sebagai persiapan untuk generasi penerus bangsa. “Tantangan bangsa ke depan semakin besar sehingga generasi penerus kita harus lebih baik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Menekan Peningkatan Kasus DBD, Utamakan Kebersihan Lingkungan

Dengan angka stunting di Kota Kupang mencapai 16,6 persen, Fransisca menegaskan bahwa penurunan harus terus dilakukan hingga mencapai target yang ditetapkan. “Ini tanggung jawab kita semua, sebagai orang tua, untuk bersama-sama menanggulangi stunting,” ajaknya.

Reporter : Endik

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung