“Dilihat dari sisi ekonomi sudah masuk sehingga ada peningkatan pendapatan dan perbaikan produktivitas sehingga standarnya naik menjadi tujuh ton,” ungkapnya
Kegiatan TJPS Kemitraan di sambut baik oleh Pemerintah Desa Kangeli. Yoel Domu Panggenggi yang merupakan Kepala Desa Kangeli, Ia menghimbau kepada masyarakat agar bersedia menerima program tersebut.
“Kalau kita mau jujur tanam jagung ini bukan hal yang baru bagi para petani sebab sudah sejak dari nenek moyang kita sudah punya tradisi ini, hanya sekarang kita diperkenalkan dengan pola baru, pengetahuan baru, sistem pemeliharaan yang modern dan terobosan permodalan serta pemasaran yang telah disiapkan. Maka kita harus sambut dengan penuh suka cita dan siap bekerja”. Pungkasnya
Sembari Yoel pun mengatakan bahwa Desa Kangeli ada 35 Kelompok Tani, akan diusahakan untuk ikut terlibat dalam program TJPS Kemitraan. Untuk itu data perolehan pemberkasan semntara oleh TIM TJPS, Desa Kangeli akan menyiapkan 200 Ha untuk program TJPS periode Asept.
Dalam kegiatan tersebut di hadiri oleh Perwakilan BP3K Lewa Tidahu Bapak Yudi Umbu Katta, S STP, Pendamping Desa Bapak Elvianus Pindi Djawa, S Hut, Tokoh Masyarakat serta aparat Desa Kangeli.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












