Ia menambahkan pameran ini menyoroti dinamika ruang berkumpul di Kota Raja, baik dari segi politis maupun sosial.
MEREKAM KOTA 2024 mengeksplorasi peran ruang-ruang ini sebagai simbol kekuasaan sekaligus tempat bagi komunitas yang terpinggirkan.
Kuratorial pameran mengajak pengunjung untuk merenungkan bagaimana ruang publik dapat menciptakan ketidakadilan sosial dan budaya di kota yang sedang berkembang.
Selain arsip visual, pameran ini juga menampilkan Lab Ingatan, ruang kreatif bagi seniman seperti Orang-Orang Kerumunan, Gulung Tukar, dan Junita Cicilia Brand untuk bereksperimen dengan arsip dan sejarah lisan.
Selama pameran yang berlangsung dari 12 hingga 26 Oktober 2024, berbagai kegiatan publik akan diselenggarakan.
Pengunjung dapat berpartisipasi dalam diskusi arsip, pertukaran cerita, serta menikmati Performance Night dan Pemutaran Film yang dirancang untuk memperdalam pengalaman menghidupkan ingatan kota.
Menurut Atty, “Pameran ini tidak hanya tentang arsip, tetapi juga tentang membuka rahasia kota. Melalui ruang-ruang berkumpul dan berpisah, kami mengungkap cerita tentang kehilangan dan ingatan yang terpecah di Kota Kupang.”
Pameran ini terbuka untuk umum tanpa biaya masuk. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs web MEREKAM KOTA di www.merekamkota.org atau ikuti Instagram @memoriruangimajinasi.
Reporter : Hendrik
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












