Daerah  

Ketua Kadin NTT Bersuara Lantang di RAPIMNAS, Mentan Langsung Ambil Keputusan

Poros NTT News

PRS – Ketua Umum Kadin Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Lianto M.M., MBA, tampil menonjol dalam Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) Kadin Indonesia yang berlangsung selama tiga hari di Park Hyatt Hotel, Jakarta pada Selasa, (2/12).

Kegiatan berskala nasional ini menghadirkan belasan pejabat tinggi negara, termasuk Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertanian, Menteri Pariwisata, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Menteri Investasi/Kepala BKPM yang kini juga menjabat sebagai Kepala Danantara.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Setiap kementerian memaparkan kebijakan dan arah pembangunan di bidang masing-masing.

Namun, momen yang paling menyita perhatian seluruh peserta terjadi ketika Ketua Umum Kadin NTT Bobby Lianto menyampaikan apresiasi langsung kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Dalam penyampaiannya, Bobby juga memperkenalkan diri sebagai Ketua Pemuda Tani Indonesia (PTI) Provinsi NTT yang baru dilantik.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo melalui Kementerian Pertanian yang telah melakukan revitalisasi besar-besaran perkebunan kakao di seluruh Indonesia, termasuk di NTT.

“Program revitalisasi tersebut dinilai sangat membantu meningkatkan produktivitas petani, memperbaiki kualitas bibit, serta memperkuat rantai pasok industri kakao di daerah,”ungkapnya .

Baca Juga :  Kadin NTT Akan Hadir Dengan Tim Ekonomi Negara Timor Leste di Dili

Menurut Bobby, perhatian pemerintah ini menjadi langkah strategis untuk memulihkan kejayaan kakao nasional sekaligus mendorong kesejahteraan petani.

Bobby menceritakan perjalanan panjang suka duka orang tuanya membangun perkebunan kakao di Sumba Barat selama lebih dari 31 tahun, dan bagaimana baru di tahun ini mereka merasakan hasil nyata melalui program pemerintah.

Kesaksian tersebut membuat suasana ruang rapat hening dan penuh perhatian.

Tidak hanya memberi apresiasi, Bobby juga mengusulkan kebijakan khusus untuk mendukung lahirnya hilirisasi industri di NTT, agar potensi pertanian dan perkebunan daerah dapat memberikan nilai tambah lebih besar.

Usulan ini langsung direspons positif oleh Mentan Amran Sulaiman. Di hadapan peserta RAPIMNAS, Mentan memberikan instruksi cepat dan tegas:

“Ketum KADIN NTT segera hubungi Bupati Sumba Barat, ketemu Dirjen Perkebunan, dapat anggaran kakao.”

Pernyataan spontan itu membuat seluruh ruangan pecah oleh tepuk tangan meriah.

Komitmen Mentan tersebut menandai langkah penting bagi perkembangan industri kakao di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kabupaten Sumba Barat.

Dengan perhatian pemerintah pusat yang semakin kuat, diharapkan NTT dapat bergerak menuju era baru hilirisasi industri, peningkatan produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi berbasis sektor unggulan daerah.***