“Kami memprioritaskan proyek berbasis potensi alam lokal seperti bambu, yang terintegrasi dengan pembangunan kapasitas masyarakat dan penciptaan pasar berkelanjutan,” katanya.
IID dibuka secara resmi dengan pemukulan kentongan oleh perwakilan dari YBLL, Kadin, dan sejumlah pemangku kepentingan seperti Pemkab Manggarai Barat dan Bappenas.
Hari pertama diisi dengan kunjungan ke Rumah Produksi Bersama Bambu (RPB), sementara hari kedua akan diisi oleh sesi IID Talk, IID Learn, serta IID Pitch and Matchmaking.
Dalam upacara pembukaan, juga dilakukan penandatanganan dua kerja sama penting.
Yang pertama adalah kesepakatan antara YBLL dengan PT Freeport Indonesia untuk pengembangan bambu berbasis ekonomi restoratif di Timika dan Flores.
Kesepakatan kedua adalah kerja sama YBLL dengan Spedagi Indonesia untuk pengembangan sepeda bambu inovatif, Spedagi Lempit.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, IID diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong investasi berkelanjutan yang membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat di Indonesia.
Reporter : Hendrik
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












