“Ini merupakan tantangan besar yang harus diatasi oleh pemerintah pusat dan daerah, dengan tujuan untuk mengurangi angka kemiskinan secara bertahap hingga mencapai titik nol,” ungkapnya.
Selain itu, Agung Laksono juga menyoroti bagaimana anggaran pendapatan daerah atau APBD yang digunakan untuk mendukung pembangunan di wilayah setempat.
Terlepas dari upaya yang dilakukan, ada kekhawatiran mengenai ketergantungan tinggi terhadap dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU) dari pemerintah pusat.
Berdasarkan laporan dari anggota DPRD TTS, kata dia, menyebut bahwa hanya 4 persen dari pendapatan asli daerah (PAD) yang berasal dari sumber lokal, sedangkan 95 persen sisanya bergantung pada dana dari pusat dalam bentuk DAK dan DAU.
“Tetapi saya melihat bahwa masih terbuka peluang yang besar untuk meningkatkan PAD, mengingat sumber daya masih cukup memadai,” terangnya.
Karena NTT memiliki luas laut lebih besar dibandingkan daratan, sehingga memiliki potensi besar di sektor perikanan. Jadi harus memanfaatkan potensi ini untuk meningkatkan pendapatan daerah.
“Saya kira hal-hal semacam ini saya dorong terus, agar semangat membangun itu ada di sanubari hati masyarakat NTT sesuai profesi dan bidangnya masing masing,” terangnya.
Dukungan dan motivasi dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, guru, butuh, nelayan dan tenaga profesional juga sangat penting untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan di NTT.
“Intinya ada semangat untuk membangun NTT sebagai satu kesatuan provinsi, tanpa melihat pulau atau daerah per daerah,” ungkapnya.
Dia menilai jika semua pihak mendukung, baik itu pria, wanita, remaja dan anak-anak, maka Provinsi NTT yang dilatarbelakangi sumber daya yang melimpah dan memadai ini tidak akan kalah saing dengan provinsi lain di Indonesia.
“Buktinya di Labuan Bajo yang dikembangkan secara serius dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemda, Pemprov, Pempus dan bantuan luar negeri, sekarang Labuan Bajo semakin bagus,” jelasnya.
Agung Laksono kemudian mengajak seluruh tokoh, baik tokoh masyarakat, pemuka agama dan seluruh lapisan masyarakat untuk terus mendukung dan mendorong pembangunan di NTT.
“Jadi disini saya minta tokoh masyarakat, pemuka agama dan masyarakat di NTT terus menerus dan tidak bosan bosannya mendorong dan memotivasi yang baik untuk membangun NTT dengan baik,” tandasnya.
Reporter : TMPG/ EKrova
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












