Daerah  

Diduga Proyek Jembatan Bliko Adonara Tanpa Standar Konstruksi Modern

Poros NTT News

Setting Strand: Kabel tendon dimasukkan ke dalam girder.

Stressing: Kabel ditarik dengan hydraulic jack untuk menciptakan camber.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

Grouting: Lubang diisi semen untuk mencegah korosi.

Finishing: Penyempurnaan dan pembersihan struktur.

Metode Post-Tensioning digunakan pada proyek jembatan skala besar.

Tanpa penggunaan crane, hasil stressing bisa tidak sinkron, membuat manfaat prategang hilang dan mempercepat kerusakan struktur.

Audit Teknis dan Transparansi Didesak

Publik menilai, ketidakhadiran metode konstruksi modern seperti crane bukan sekadar masalah teknis, melainkan soal keselamatan publik dan akuntabilitas penggunaan dana negara.

“Keselamatan publik adalah harga mati. Setiap rupiah anggaran harus dikelola dengan tanggung jawab dan sesuai standar konstruksi nasional,” tegas seorang pengamat infrastruktur NTT.

Demikian pantauan media di lapangan sejumlah bagian jembatan dikerjakan secara manual, tanpa alat bantu berat yang lazim digunakan pada proyek jembatan bertipe pracetak.

Sementara itu, pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT belum memberikan tanggapan resmi meski telah dimintai klarifikasi berkali-kali oleh Wartawan.

Baca Juga :  Bank Jatim Perkuat Posisi KUB, Sambut Bank NTT Sebagai Anggota Baru di Akhir 2024"

Presisi Bukan Detail, Tapi Soal Nyawa

Proyek Jembatan Bliko Adonara mencerminkan pentingnya penerapan standar konstruksi modern.

Tanpa crane dan presisi tinggi, risiko teknis bisa berujung pada tragedi.
Audit independen menjadi keharusan demi memastikan keamanan jembatan bagi masyarakat Adonara dan pengguna jalan lintas Flores Timur.

Reporter: HN/Tim

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung