Daerah  

Diduga Proyek Jembatan Bliko Adonara Tanpa Standar Konstruksi Modern

Poros NTT News

PRS – Proyek penggantian Jembatan Bliko di Adonara, Kabupaten Flores Timur, yang menelan anggaran lebih dari Rp18 miliar lebih menuai sorotan tajam.

Pasalnya, pekerjaan pemasangan girder dan dinding modular pracetak diduga dilakukan tanpa menggunakan crane, alat berat yang wajib digunakan untuk menjamin presisi dan keamanan struktur jembatan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah pekerja melakukan pemasangan secara manual.

Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan ahli teknik sipil, karena berpotensi mengancam kestabilan struktur dan keamanan pengguna jalan di masa mendatang.

“Tanpa crane, presisi tidak akan tercapai. Pada titik BM 100 atau bending moment maksimum, beban kerja paling tinggi terjadi. Jika tidak presisi, maka risiko keretakan dan kegagalan struktur sangat besar,” ujar seorang ahli teknik sipil yang dimintai pendapat secara terpisah Jumat, 10/10/2025.

Bahaya Ketidakpresisian Pemasangan pada Titik BM 100

Masalah Teknis Dampak Girder tidak sejajar_ posisi miringDistribusi beban tidak merata_ keretakan Panel modular tidak rata/bergeserTekanan tak seimbang_usia struktur menurunTumpuan tidak stabil/meleset Pilar retak_ risiko jembatan ambruk

Baca Juga :  Langkah Nyata Gubernur Melki: SMK dan Desa Bersinergi Bangun Ekonomi Rakyat

BM 100 adalah titik momen lentur maksimum di mana presisi wajib mutlak.

Sebaliknya, BM 70 hanya merupakan titik analisis biasa dengan risiko teknis yang lebih kecil.

Mengapa Crane Vital dalam Proyek Jembatan?

1.Menjamin akurasi tinggi dalam penempatan elemen pracetak.

2. Meminimalkan risiko pergeseran dan ketidakpresisian.

3. Mengurangi potensi kesalahan manusia pada pemasangan manual.

4. Merupakan bagian dari SOP proyek jembatan nasional dan internasional.

Tanpa crane, proyek berisiko mengalami misalignment yang bisa mempengaruhi stressing girder, yaitu proses pemberian gaya prategang yang menentukan kekuatan akhir beton.

Tahapan Teknis Penting: Stressing Girder (Post-Tensioning)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung