“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut ambil andil dalam persiapan menjelang operasi bayi kembar siam ini, semoga kuasa tuhan melalui tangan para dokter operasi bisa berjalan lancar dan sesuai dengan harapan kita bersama,” Ujar Pj Bupati Flotim.
Sementara Ketua Tim Operasi dari RSU dr. Sutomo Surabaya Dr. dr. Kohar Hari Santoso, secara virtual menjelaskan bahwa bayi kembar siam adalah kondisi di mana bayi kembar terlahir dengan salah satu atau beberapa bagian tubuhnya menyatu ataupun menempel.
“Kelahiran bayi kembar siam terjadi karena embrio (bakal janin) tidak berhasil membelah secara sempurna. Bagian tubuh yang paling sering menempel adalah kepala, dada, perut, punggung, dan panggul,” jelas ketua tim dokter operasi bayi kebar siam Laurentina dan Laurentini itu.
Selain itu, lanjut dr. Kohar bayi kembar siam umumnya lahir prematur dan salah satu atau keduanya berisiko lahir mati atau meninggal tidak lama usai dilahirkan. Mereka juga rentan mengalami masalah kesehatan yang serius. Contohnya seperti kesulitan bernapas atau masalah jantung. Masalah kesehatan seperti skoliosis, cerebral palsy, atau ketidakmampuan belajar juga bisa berkembang di kemudian hari.
“Untuk bayi kembar siam yang saat ini berada di RSUD Larantuka, setelah di periksa oleh tim dokter, salah satu dari bayi itu mengalami susah pernafasan tetapi tim dokter juga sudah membantu dengan memasangan alat bantu pernafasan. oleh karena itu kami berharap doa dari kita seklian agar proses operasi esok hari dapat berjalan dengan baik dan lancar,” Tandasnya.
Reporter : Elton Nggiri/PorosNTT/OK.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












