Simon Petrus Kamlasi menjelaskan bahwa program ini dapat dilaksanakan dengan dua pendekatan.
Pertama, menggunakan anggaran daerah yang dialokasikan secara efektif. Kedua, mengoptimalkan program beasiswa yang sudah berjalan.
“Kita harus mempersiapkan anak-anak dengan program bridging, terutama untuk bimbingan bahasa. Pengalaman saya pribadi mengurus anak yang berangkat ke Jerman dan Cina menggunakan program pemerintah,” ujar Simon.
Wakilnya, Andre Garu, menambahkan bahwa keterbukaan informasi menjadi kunci untuk meningkatkan keberhasilan program ini.
Ia juga mengatakan perlunya kerja sama dengan pihak-pihak terkait, termasuk universitas di luar negeri.
Tanggapan Melki Laka Lena: Belajar dari NTB dan Optimalisasi Sumber Beasiswanya
Melki Laka Lena menanggapi jawaban pasangan nomor urut 3 dengan menyoroti keberhasilan Provinsi NTB yang mampu mengirim 1.000 pelajar per tahun ke luar negeri.
“Mereka memanfaatkan berbagai sumber, seperti LPDP, CSR perusahaan besar, dan sekolah internasional yang menyediakan beasiswa,” ungkapnya.
Melki juga menyatakan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan pihak LPDP agar NTT menjadi prioritas dalam program beasiswa luar negeri.
“Kami juga akan mencari negara dengan kualitas pendidikan bagus tetapi biayanya terjangkau, serta menjalin kemitraan dengan perusahaan besar untuk mendukung CSR dalam bidang pendidikan,” tutup Melki Laka Lena Calon Gubernur NTT dengan Nomor Urut 2 Ayo Membangun NTT.
Reporter: HN/TIM
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












