Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Arsitek Don Arakian Usung Perubahan Wajah Kota Kupang Menuju Kota Kreatif

Poros NTT News
Don Arakian salah satu bakal calon Wakil Wali Kota Kupang saat berbicara pada "Ngopi Bareng Product Knowledge" bersama Ibu Nova di Restoran Valensia, samping Hotel Neo Kupang.

PRS  – Dalam acara “Ngopi Bareng Product Knowledge” bersama Ibu Nova di Restoran Valensia, samping Hotel Neo Kupang pada hari Rabu, 23 Mei 2024.

Nampak Don Arakian salah satu bakal calon Wakil Wali Kota Kupang periode 2024-2029 yang telah mendaftarkan di Sekretariat DPC PDIP, menyampaikan niatnya untuk membawa perubahan signifikan bagi Kota Kupang.

Poros NTT News

Dengan mengusung konsep “Kupang Kota Kreatif”, Arakian berharap bisa memberikan wajah baru bagi kota ini melalui berbagai inovasi kreatif.

“Sudah saatnya arsitek masuk ranah politik agar tidak kehilangan momentum praksis politik di tahun politik ini,” ujar Arakian.

Menurutnya, ide dan gagasan kreatif harus menjadi tawaran utama dalam politik, bukan hanya sebagai urusan komersial.

“Rakyat pemilih layaknya dijadikan sebagai subjek sekaligus objek pembangunan,” tambahnya.

Arakian menyoroti pentingnya mengembangkan ekonomi kreatif di Kupang. “Jumlah populasi rakyat kota Kupang mencapai lebih dari 440 ribu jiwa, terpusat di Kec. Kota Lama, Kelapa Lima dan Oesapa.”

“Perlu ada zonasi permukiman perkotaan baru di kecamatan Alak, terutama daerah Naioni yang akan diikuti dengan pengembangan ekonomi kreatif dan industri kreatif,” jelasnya.

Baca Juga :  Simpatisan Jeriko Ancam Bubarkan Pelantikan Pengurus DPD Demokrat NTT

Dengan ini, Arakian berharap dapat menciptakan Kupang sebagai kota kreatif yang mampu bersaing dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Bandung, Ambon, Pekalongan dan Jakarta.

“Pelaku ekonomi kreatif di kota Kupang cukup luar biasa, namun ruangnya masih sangat tertutup dan terbatas,” ungkapnya.

Arakian juga menekankan perlunya menggerakkan 16 subsektor ekonomi kreatif agar Kupang bisa hidup dengan kehadiran pelaku ekonomi kreatif.

“Revitalisasi di setiap tata ruang kota Kupang wajib dilakukan agar wajah kota berubah, terutama dari aktivitas pelaku ekonomi kreatif di ruang-ruang yang tidak semestinya, seperti trotoar,” jelasnya.