Dia juga berencana menemukan ruang yang hilang sehingga para pelaku ekonomi kreatif bisa ditempatkan secara terukur dan formal.
“Hari ini masih bersifat informal. Bila dipercaya, tentu kita siapkan ruang formalnya,” beber Arakian.
Sebagai solusi, Arakian menekankan pentingnya menemukan cara untuk mengupayakan hadirnya kreativitas, termasuk menciptakan banyak individu kreatif yang pada gilirannya akan menghadirkan branding tersendiri bagi Kupang.
“Ambil misal barang tenunan dibuat sepatu, juga souvenir lainnya,” ujarnya.
Yang terpenting, menurutnya, adalah menghadirkan manajemen birokratif yang berpihak pada pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Ini nantinya mampu menciptakan elemen fisik yang menarik demi menjawab ketahanan warga kota,” tegas Arakian.
“Jika kota mau maju dan bersaing dengan kota-kota metropolitan lainnya di Indonesia, ya serahkan kepada ahlinya.”
Demikan dengan latar belakangnya sebagai dosen arsitek yang kaya pengalaman, Don Arakian berharap bisa mengubah wajah lama Kota Kupang menjadi wajah baru yang kreatif dan inovatif.
“Apa yang memotivasi saya menjadikan Kota Kupang sebagai kota kreatif? Karena itu sebagai arsitek, letaknya ada pada urban design dan arsitektur,” tutupnya.
Niat Arakian ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan bagi Kota Kupang, menjadikannya kota yang tidak hanya indah secara fisik tetapi juga kaya akan aktivitas kreatif dan inovatif.
Reporter : Hendrik
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












