Simon Petrus Kamlasi kemudian meluruskan maksud ucapannya dengan mengatakan bahwa NTT sebenarnya tak memerlukan dana tambahan dari pusat, melainkan investasi yang sudah diatur oleh regulasi.
“Investasi dari pusat sudah ada peraturan menterinya. Tinggal bagaimana kita sebagai pemerintah daerah melobi sesuai kapasitas kita sebagai perwakilan pemerintah pusat,” ucapnya, sembari menyampaikan keyakinannya akan kemampuannya dalam melobi pemerintah pusat.
Namun, Johni Asadoma meragukan ide tersebut, mengingat kondisi faktual NTT saat ini yang masih bergantung pada dana pusat.
Ia berharap SPK tidak terjebak dalam mimpi, seraya menggarisbawahi pentingnya kemandirian fiskal yang realistis.
“NTT memang perlu kemandirian fiskal, tapi harus dibangun bertahap dari hasil yang kita peroleh di daerah. Kami sepakat untuk mendorong kesiapan daerah dari aspek sosialisasi dan pengembangan potensi,” jelas Johni.
Di sisi lain, pasangan calon nomor urut 2 berharap agar kondisi kemiskinan dan infrastruktur yang minim, masyarakat NTT berharap bahwa pemimpin yang terpilih nanti akan mampu membawa perubahan nyata dan strategis. (TIM)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












