Dalam pandangan birokrasi, Melki dan Johni berkomitmen melakukan seleksi dan penempatan pegawai secara terbuka berdasarkan kompetensi. Melki menegaskan pentingnya transparansi dalam proses pemerintahan, termasuk pelibatan aparat penegak hukum untuk memastikan semua kegiatan berjalan sesuai aturan.
“Kami ingin semua pihak mempersiapkan diri dengan baik, tanpa ada praktik yang tidak sehat,” tandasnya.
Wakil Gubernur terpilih Johni Asadoma mengingatkan pentingnya persatuan pasca-Pilkada. “Kami ingin menjadi pemimpin yang melayani dan menyatukan. Mari kita melupakan perpecahan dan bersama-sama membangun NTT,” ajaknya.
Melki juga mengundang kritik dan saran dari berbagai pihak, termasuk akademisi, aktivis, dan media.
“Kritik yang membangun, meskipun pahit seperti kopi, tetap kami butuhkan. Itu akan membantu kami menjalankan pemerintahan dengan lebih baik,” katanya.
Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma berjanji untuk segera bergerak cepat setelah dilantik, dengan membawa semangat pelayanan dan persatuan. Keduanya percaya bahwa kolaborasi lintas pihak adalah kunci untuk membawa NTT menuju masa depan yang lebih baik.
“Dukung kami menjadi orkestra yang mengharmoniskan semua elemen di NTT. Bersama, kita bangun NTT dengan semangat gotong royong,” tutup Melki.
Reporter HN/Oten
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












