Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Proyek Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan (PIK) senilai Rp1,79 Triliun, siap Mendukung Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Reporter : Hendrik Lamahadung Editor: Redaksi
Poros NTT News
Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan (PIK) senilai Rp1,79 Triliun

Labuan Bajo.Porosnttnews.com- PT PLN (Persero) UIP Nusa Tenggara berhasil merampungkan 12 Proyek PIK senilai Rp1,79 Triliun sepanjang 2021. Proyek-proyek ini tersebar di dua provinsi, yakni NTB dan NTT. Capaian ini memperkuat keandalan sistem kelistrikan terlebih untuk mendukung pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang dicanangkan oleh pemerintah. PLN UIP Nusa Tenggara juga terus berkomitmen dalam pengembangan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) sesuai dengan aspirasi transformasi PLN, Green, melalui penyelesaian perizinan pembangunan PLTP Mataloko (20 MW), PLTP Ulumbu 5 (20 MW), dan PLTP Atadei (10 MW) serta mendukung beroperasinya PLTP Sokoria (5 MW).

Adapun 12 infrastruktur yang masuk dalam Proyek PIK tersebut terdiri dari 6 proyek Gardu Induk dengan total kapasitas 260 MVA, 5 Jaringan Transmisi sepanjang 305,8 kms, dan 1 unit Pembangkit berkapasitas 10 MW.

Poros NTT News

General Manager PLN UIP Nusa Tenggara, Josua Simanungkalit, mengungkapkan bahwa seluruh proyek ini memiliki tujuan utama yang selaras dengan tujuan PLN secara korporat, yaitu peningkatan keandalan sistem kelistrikan, pendorong penggerak roda perekonomian masyarakat, pembangunan & industri; penurunan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik; serta mendukung pemanfaatan EBT. Langkah yang akan dilakukan dalam mendukung pemanfaatan EBT adalah segera mengeksekusi rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di NTT dengan menyelesaikan perizinan dan pembebasan lahan.

Baca Juga :  Bayi Kembar Siam di RSUD Larantuka Akan Segera Dioperasi, Pj Bupati Flotim Ucapkan Terima Kasih Kepada Kemenkes RI

“Di mana tujuan-tujuan tersebut guna mewujudkan visi PLN menjadi Perusahaan Listrik Terkemuka se-Asia Tenggara dan #1 Pilihan Pelanggan untuk Solusi Energi.” jelas Josua.

Josua juga menuturkan, pengoperasian proyek-proyek strategis ini sangat berdampak besar pada sektor ekonomi, pariwisata dan investasi. Tak hanya itu, kehadiran infrastruktur kelistrikan ini juga mendukung sejumlah program pemerintah seperti Kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Mandalika dengan event international berkelas dunia yang digelar pada kawasan tersebut, serta menunjang kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Labuan Bajo.

“Pemerintah sudah mencanangkan 5 kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas, 2 diantaranya ada di Nusa Tenggara, yaitu Mandalika dan Labuan Bajo. PLN siap mengambil peran dengan menyediakan suplai energi listrik yang berkualitas,” terang dia.

Dalam melaksanakan Proyek PIK, PLN UIP Nusa Tenggara sangat memperhatikan pemanfaatan produk-produk dalam negeri dalam menunjang Peningkatan Penjualan Produk Dalam Negeri (P3DN) sesuai dengan arahan Pemerintah Republik Indonesia. Saat ini pencapaian nilai TKDN PLN UIP Nusa Tenggara sebesar 51,35 %.

Tantangan dalam pelaksanaan pembangunan pun tidak bisa dipungkiri harus dihadapi PLN. Lokasi yang melintasi bentang alam Nusa Tenggara yang sangat menantang, akses tiap tapak tower yang mengharuskan melewati hutan dan wilayah terpencil, dan tantangan sosial yang mengharuskan interaksi tim PLN dengan berbagai macam kultur masyarakat dan local genius pada setiap wilayah yang ditemui itu menjadi catatan tersendiri. Namun, dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal ditambah penggunaan teknologi yang mumpuni, koordinasi yang baik antar bagian, pengambilan keputusan yang cermat dan tepat sesuai kondisi, serta adanya dukungan stakeholder, sehingga membuat proyek tersebut berhasil selesai dengan aman.

Baca Juga :  Usai Dijemput Paksa Aparat TNI, BPD Rumang Akhirnya Tandatangani Dokumen APBDES

General Manager PLN UIP Nusa Tenggara itu menjelaskan meski dalam kondisi pandemi, PLN tetap melakukan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dan ini menjadi salah satu modal utama untuk pemulihan ekonomi daerah.