PRS – Waktu itu, percakapan di WhatsApp mengalir biasa saja.
Tidak ada yang menyangka, deretan pesan singkat yang awalnya terdengar seperti obrolan santai justru memunculkan dugaan serius rokok ilegal.
Di balik layar ponsel, seseorang mulai berbicara soal “jatah” yang disebut-sebut ingin dibagi agar bisa “dinikmati”.
Kalimat demi kalimat mengalir pelan, namun terasa menyimpan kegelisahan.
“Selama ini hanya orang tertentu saja yang menikmati,” demikian isi percakapan yang diterima awak media dan kini mulai menjadi perhatian publik di NTT.
Namun suasana percakapan berubah. Nada hati-hati mulai muncul. Salah satu mereka tiba-tiba mengingatkan agar semua lebih waspada.
“Waduh bahaya kau saja (abang),” tulis seseorang dalam pesan itu.
Tidak berhenti di situ, muncul pula permintaan agar nama mereka jangan dicantumkan.
Ada ketakutan yang terasa nyata di balik kata-kata singkat tersebut.
“Sekarang aman, besok lusa kita tidak tahu,” lanjut isi percakapan yang kini ramai diperbincangkan.
Kalimat itu seolah menggambarkan kegelisahan seseorang yang sadar bahwa sesuatu yang dianggap aman hari ini, bisa berubah menjadi masalah hukum di kemudian hari.
Bahkan, ada yang secara terang-terangan mengaku hatinya menolak ikut menikmati sesuatu yang dianggap bukan hasil jerih payah sendiri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












