Hal ini dinilai penting dalam membangun regenerasi serta memperkenalkan nilai-nilai kebersamaan kepada generasi muda Minangkabau di Kupang.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini turut menghadirkan harapan akan terjalinnya sinergi antara masyarakat Minang dengan pemerintah daerah.
Ali Luddin menyebut, kehadiran unsur pemerintah diharapkan mampu memperkuat hubungan serta mendukung aktivitas ekonomi warga Minang yang sebagian besar bergerak di sektor usaha seperti rumah makan, toko pakaian, dan kuliner.
“Kami berharap ada sinergi yang baik antara pemerintah dan warga Minang. Sebagai perantau, tentu kami ingin usaha yang dijalankan bisa berkembang dengan nyaman,” tambahnya.
Acara ini juga terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, tidak terbatas hanya bagi umat Muslim.
Warga dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur, termasuk dari Kabupaten Kupang dan wilayah lainnya, turut hadir memeriahkan kegiatan tersebut.
Momentum halal bihalal ini mencerminkan nilai persatuan dan toleransi yang kuat di tengah keberagaman masyarakat Kota Kupang.
Semangat kembali ke fitrah setelah bulan Ramadan menjadi landasan utama untuk mempererat persaudaraan dan membangun kebersamaan yang harmonis.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, komunitas Minangkabau di Kupang berharap tradisi silaturahmi terus terjaga serta mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan sosial dan ekonomi di daerah.
Reporter: Hendrik
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












