“Buku-buku yang membahas tentang budaya Lembata masih minim. Hal ini menjadi tugas dan tantangan bagi kita semua untuk terus menggali potensi budaya yang ada di tanah Lembata,” tambahnya.
Budaya tutur, menurut Kepala Dinas, masih mendominasi sebagai warisan budaya utama di Lembata. Namun, ia mengingatkan bahwa perlu ada upaya untuk mempertahankannya.
“Jika kita tidak mempertahankannya, suatu saat budaya yang kita miliki akan hilang begitu saja. Oleh karena itu, mari kita berkolaborasi untuk memperkuat dan mempertahankan budaya yang kita miliki,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Yosef Amasuba, salah satu penulis yang hadir, menyambut baik ajakan tersebut. “Sebagai penulis, kami siap mendukung penuh inisiatif dari pemerintah daerah. Melalui karya-karya tulis kami, kami berkomitmen untuk lebih banyak mengeksplorasi dan mendokumentasikan kekayaan budaya Lembata,” ucapnya.
Kerjasama antara pemerintah daerah dan para penulis diharapkan dapat menjadi langkah positif dalam menjaga dan mengembangkan literasi serta warisan budaya yang kaya di tanah Lembata.
Keberlanjutan kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain dalam menggali potensi budaya dan mendukung perkembangan dunia kepenulisan lokal.
Reporter : Hendrik
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












