Jaringan primer irigasi persawahan Gising, yang membentang dari Wae Muli hingga Wae Je’a di sekitar Kampung Woko Ledu, dibangun secara permanen mengikuti kontur lereng bukit.
Namun, kondisi lapangan pada Sabtu petang menunjukkan bahwa jaringan irigasi ini tertutup oleh rerumputan liar dan berbagai jenis sampah.
Baik jaringan primer, sekunder, maupun tersier tampaknya tak pernah dialiri air dari sumbernya di Wae Muli.
Bangunan irigasi yang tidak berfungsi ini bahkan menjadi penghambat aliran air hujan yang turun dari perbukitan menuju sawah, menyebabkan beberapa bagian jaringan rusak dan jebol.
“Aksi jebol ini sudah terjadi di beberapa titik,” ungkap seorang petani setempat.
Informasi tambahan menyebutkan bahwa air dari Wae Muli memang tidak bisa mengalir melalui jaringan irigasi tersebut karena kerusakan parah sudah terjadi sejak awal pembangunan.
Salah satu kerusakan terbesar terjadi di Liang Songan, sekitar 3 km dari mulut bendungan.
Dengan janji Melki Laka Lena untuk memperbaiki irigasi persawahan Gising, para petani berharap masalah yang telah berlangsung selama puluhan tahun ini akhirnya dapat terselesaikan, sehingga mereka bisa mengolah lahan secara optimal dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Reporter : Hendrik
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












