Daerah  

Kemendukbangga dan Pemprov NTT Kolaborasi Tangani Kemiskinan Ekstrem dan Stunting

Poros NTT News

Menteri Wihaji menjelaskan bahwa saat ini terdapat 4.328 Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari 13.242 orang, termasuk 4.142 bidan, 4.376 kader PKK, dan 4.392 kader KB. Tim ini dioptimalkan untuk membantu 1,127 juta keluarga, termasuk 331.116 keluarga yang berisiko stunting.

Dalam pertemuan ini, Gubernur NTT dan para kepala daerah juga membahas strategi bersama untuk mengoptimalkan bonus demografi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di NTT, khususnya bagi keluarga yang masih mengalami keterbatasan akses terhadap sanitasi dan air bersih.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

Diharapkan bahwa sinergi antara Kemendukbangga dan Pemprov NTT dapat mempercepat penurunan angka stunting, meningkatkan akses air bersih, serta memperluas lapangan kerja demi menciptakan keluarga yang lebih mandiri dan sejahtera.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menyatakan harapannya agar kolaborasi ini bisa segera menuntaskan kemiskinan ekstrem dan stunting di wilayahnya.

“Dalam program Dasa Cita Ayo Bangun NTT, terdapat cakupan inisiatif seperti Posyandu Tangguh, Masyarakat Sehat, dan Bebas Stunting. Selain itu, revitalisasi Bumdes dan koperasi melalui pengembangan One Village One Product (Satu Desa Satu Produk Unggulan) juga diharapkan dapat meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan sinergitas dari berbagai pihak, kita optimis dapat menangani stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT dengan lebih efektif,” ujar Gubernur Melki.

Baca Juga :  Panitia dan BPD Desa Letneo, Ikut Sosialisasi Pedoman Pilkades Dari Kecamatan Insana Barat

Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT dan memastikan generasi mendatang tumbuh lebih sehat dan berkualitas.

Reporter : Hendrik

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung