Daerah  

BP3MI NTT: Anak NTT Bisa Kantongi Gaji Rp42 Juta di Jerman

Reporter : Hendrik
Poros NTT News

“Nanti mereka ikut pelatihan bahasa lagi. Setelah lulus level tertentu baru bisa berangkat ke Jerman,” jelasnya.

Para tenaga kerja tersebut nantinya bekerja di rumah sakit maupun menjadi perawat lansia. Lukas menyebut gaji yang diterima cukup besar.

“Gaji tahun pertama sekitar Rp42 juta. Sambil bekerja mereka juga belajar. Setelah lulus uji kompetensi, gajinya bisa naik sekitar Rp50 juta,” katanya.

Ia menjelaskan, pada tahun pertama para pekerja masih berstatus asisten perawat meskipun secara pendidikan di Indonesia sudah menyandang profesi perawat.

Selain mendorong penempatan kerja profesional, BP3MI NTT juga terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan informasi peluang kerja luar negeri secara resmi kepada masyarakat.

“Kita komunikasi dengan mitra supaya sama-sama memberikan informasi terkait peluang kerja luar negeri, baik dalam negeri maupun luar negeri,” tambah Lukas. (**)

 

Baca Juga :  Kadis PMD Kupang Apresiasi Pelatihan Pemberdayaan Rakyat

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version