PRS – BP3MI NTT terus mendorong peningkatan kualitas pekerja migran asal Nusa Tenggara Timur (NTT), menembus pasar kerja profesional di Jepang dan Jerman.
Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida melalui Pelaksana Harian (PLH) Lukas Doni Pura menjelaskan, selama ini mayoritas pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTT masih bekerja di sektor rumah tangga dan perkebunan di Malaysia.
Namun kini pemerintah mulai mengarahkan tenaga kerja NTT ke sektor yang lebih profesional, khususnya tenaga kesehatan atau perawat.
“Dua ribuan orang berangkat setiap tahun. Kami berharap setelah kegiatan sosialisasi dan job fair kemarin, minat masyarakat untuk bekerja ke luar negeri semakin bertambah, terutama pada sektor profesional,” kata Lukas pada Senin, 25 Mei 2026.
Ia menjelaskan, dalam kegiatan job fair sebelumnya, program Government to Government (G2G) untuk penempatan perawat ke Jepang dan Jerman menjadi salah satu fokus utama pemerintah.
“Kita tidak abaikan PMI yang ke Malaysia, karena lebih dari 95 persen masih bekerja di rumah tangga dan perkebunan. Tetapi sekarang kita dorong agar masyarakat NTT bisa menunjukkan skill di sektor profesional seperti nurse ke Jepang dan Jerman,” ujarnya.
Menurut Lukas, dalam dua tahun terakhir baru sekitar 30 orang asal NTT yang berhasil lolos menuju program penempatan perawat ke Jerman.
Mereka sebelumnya harus melewati seleksi wawancara dan pelatihan bahasa sebelum diberangkatkan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












