Hal ini menunjukkan kurangnya transparansi dan keseriusan dalam mengelola anggaran di tingkat lokal.
“Situasi ini memperlihatkan betapa buruknya perhatian Pemerintah Daerah terhadap kesejahteraan para guru honorer di Flotim.
Bahkan pembayaran gaji yang sekecil itu saja masih mengalami keterlambatan, membuat kita sulit untuk berharap adanya perhatian lebih dari Pemda terhadap para pendidik di daerah ini,” ungkap Yulius.
Selain mendesak Pemda Flotim untuk segera membayar gaji guru honorer, Yulius juga menekankan pentingnya peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Flotim dalam mengawasi dan menindaklanjuti masalah ini.
Lebih lanjut, Badin menekankan perlunya langkah konkret dari DPRD Flores Timur dalam menanggapi situasi ini.
Dia mendesak untuk mendukung pembayaran gaji guru honorer dan mendorong DPRD Flores Timur untuk mengambil sikap tegas dalam menyikapi masalah ini.
“Dewan Perwakilan Rakyat harus mengedepankan kepekaan terhadap aspirasi rakyat. Mereka tidak boleh berdiam diri saat rakyat berteriak,” tandasnya.
Demikianlah perkembangan terbaru terkait keterlambatan pembayaran gaji guru honorer di Kabupaten Flores Timur.
Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan mendukung bagi kemajuan bangsa.
Reporter : SL
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












