Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, sebelumnya menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dilihat sebagai peluang ekonomi, bukan sekadar persoalan kebersihan.
“Selama ini kita hanya memindahkan sampah dari titik A ke titik B tanpa pengolahan. Padahal, sampah bisa menjadi sumber nilai ekonomi jika dikelola dengan baik,” tegasnya.
Menurutnya, konsep pengelolaan sampah terpadu menjadi langkah strategis menuju pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi biru (blue economy).
Dukungan nyata terhadap konsep tersebut terlihat dalam Festival Budaya Penkase Oeleta, di mana kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat berjalan aktif.
Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi lingkungan yang berdampak langsung pada peningkatan kesadaran dan kesejahteraan masyarakat.
Demikian kehadiran Bank Sampah di tengah festival menjadi bukti bahwa budaya dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan.
Dari sampah, masyarakat tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












