Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Akhirnya Tuduhan Sebastian Salang Terhadap Emanuel Melkiades Laka Lena Dibantah oleh Wakil Sekjen DPP

Poros NTT News
Wakil Sekjend Bidang Pemenangan Pemilu DPP Wilayah Bali, NTB, dan NTT, Herman Hayong.

PRS – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar memberikan tanggapan terhadap pernyataan Sebastian Salang yang menuduh Ketua DPD I Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menjadikan Golkar sebagai partai yang tertutup dan melanggar aturan.

Wakil Sekjend Bidang Pemenangan Pemilu DPP Wilayah Bali, NTB, dan NTT, Herman Hayong, menegaskan bahwa tidak ada satu pun aturan organisasi atau juklak dan juknis yang mewajibkan DPD Golkar Provinsi membuka pendaftaran calon kepala daerah.

Poros NTT News

“Fungsi partai politik adalah melakukan rekrutmen kader secara berjenjang untuk dipersiapkan menduduki jabatan kekuasaan tertentu dalam kehidupan berbangsa,” ujar Herman Hayong ketika dihubungi pada Selasa (14/5/2024) malam.

Herman Hayong menjelaskan bahwa rekrutmen calon kepala daerah sudah dilakukan satu tahun sebelum pemilu legislatif dan pilpres digelar.

Dari banyak nama yang masuk, baik DPP maupun pengurus secara berjenjang melakukan evaluasi yang berujung pada pemberian Surat Tugas oleh DPP Partai Golkar menjelang pilpres dan pileg. Setelah pilpres dan pileg, DPP Golkar melakukan evaluasi secara menyeluruh.

Baca Juga :  Tim Patroli Samapta Lampu Biru Gandeng Satlantas Polres Flotim 'Bersihkan' Pengendara Nakal 

Ia menambahkan, jika ada kader, apalagi pengurus DPP, yang berkeinginan maju menjadi calon kepala daerah, maka mereka bisa mengikuti mekanisme rekrutmen dari tingkat Kabupaten/Kota atau datang ke DPP menemui dirinya untuk memasukkan nama mereka agar disurvei.

“Jadi sangat tidak beralasan jika ada yang mengatakan Melki Laka Lena membuat Partai Golkar menjadi tertutup dan melanggar aturan. Mungkin yang bersangkutan kurang komunikasi dengan teman-teman di daerah dan kita yang ada di DPP,” tegas Herman Hayong.