PRS – Dinamika internal Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari kembali menjadi sorotan publik.
Seorang anggota dari cabang Lembata, Yohanes B. Hereng, secara terbuka mempertanyakan praktik demokrasi dalam tubuh koperasi tersebut yang dinilai mulai menyimpang dari prinsip dasar.
Menurut Yohanes, kondisi internal koperasi yang dipenuhi ketegangan dan konflik justru mencederai nilai utama koperasi, yakni kebersamaan, keterbukaan, dan partisipasi anggota.
“Demokrasi di koperasi patut diragukan kalau di dalamnya penuh kegaduhan. Jangan sampai konflik internal terus terjadi,” tegasnya kepada media Kamis, 23/4/2026 .
Ia menekankan bahwa pengurus koperasi sejatinya bekerja atas mandat dan pembiayaan dari anggota, sehingga setiap keputusan harus berpihak pada suara anggota.
“Koperasi ini bukan milik pengurus, tetapi milik seluruh anggota. Jangan ada kompromi internal yang merugikan anggota,” ujarnya.
Yohanes juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai forum tertinggi dalam pengambilan keputusan strategis koperasi.
Di tengah situasi yang memanas, ia mendesak pihak Kopdit Swasti Sari untuk membuka ruang dialog demi meredam konflik dan menjaga stabilitas organisasi.
Menurutnya, konflik berkepanjangan tidak hanya merugikan anggota, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap koperasi sebagai lembaga ekonomi masyarakat.
Dalam pernyataannya, Yohanes juga menyinggung posisi Wihelmus Geri yang dinilai berada di persimpangan antara tanggung jawab di koperasi dan dunia pendidikan.
“Kalau tidak seimbang, kinerja pendidikan bisa terganggu,” katanya.
Ia turut mengangkat nilai budaya Lamaholot yang menjunjung tinggi etika, rasa malu, dan tanggung jawab dalam kepemimpinan.
Selain itu, Yohanes menyebut nama Yohanes Sason Helan sebagai salah satu figur yang memperoleh dukungan suara terbanyak anggota dan dinilai layak menempati posisi strategis dalam struktur kepengurusan.
Yohanes juga memberikan peringatan tegas bahwa jika aspirasi anggota terus diabaikan, maka potensi gerakan bersama masyarakat bisa terjadi.
“Kalau suara kami tidak didengar, kami siap berdiri bersama lebih dari seribu masyarakat,” tegasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

PRS – Proses penetapan Ketua Pengurus KSP Kopdit Swasti Sari (Badan Hukum: 605/BH/XIV/1990) yang berlokasi…

PRS – Polemik kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana puluhan juta rupiah yang melibatkan Jesica Sodakain dan…

PRS – Terpilihnya Wilhelmus Geri dalam dinamika pemilihan pengurus Koperasi Kredit (KOPDIT) Swasti Sari melalui…

PRS – Polemik dalam pemilihan pengurus Koperasi Kredit (KOPDIT) Swasti Sari kembali mencuat. Sejumlah narasumber,…

PRS – Pernyataan yang beredar di media online terkait dugaan penggelapan dana UKT yang disebut-sebut digunakan…





