Daerah  

Presiden di Sebut, Andre Kore Apresiasi Dukungan Wakil Ketua DPRD NTT

Poros NTT News

PRS – Proyek pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah yang akan menghubungkan wilayah Flores Timur dengan Pulau Adonara kembali mendapat angin segar.

Dukungan politik dan DPRD NTT orang kepercayaan Presiden Prabowo terhadap proyek strategis ini dinilai semakin kuat.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

Perwakilan Tidal Brigade NTT, Andre Kore, menyampaikan apresiasi atas respon positif Wakil Ketua DPRD NTT, Jose Fernando Osorio Soares, yang dinilai serius mendorong percepatan realisasi proyek tersebut.

“Ini momentum penting. Kami melihat ada keseriusan dari DPRD NTT untuk memperjuangkan proyek ini agar segera terealisasi,” ujar Andre pada Jumat, 17 April 2026 .

Menurut Andre, peran Jose Fernando Osorio Soares sangat strategis, tidak hanya dari sisi legislatif tetapi juga secara politik.

Ia menyebut adanya kedekatan dengan Bapak Presiden Prabowo Subianto menjadi peluang besar untuk mendorong dukungan pemerintah pusat.

“Beliau punya akses dan kedekatan dengan Presiden. Ini menjadi harapan agar proyek ini bisa segera mendapat kepastian dari pusat,” tegasnya.

Baca Juga :  Tahun Ini,Target Indosat Buka Sekitar 16 Mini Gerai IM3 di Wilayah Nusa Tenggara

Diketahui, proyek Jembatan Pancasila Palmerah telah direncanakan lebih dari satu dekade, namun belum juga terealisasi.

Kini, proyek tersebut disebut telah masuk kategori strategis nasional dan berada pada tahap krusial untuk segera dijalankan.

Andre menilai, tidak ada lagi alasan untuk menunda pembangunan, mengingat kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) semakin mendesak.

“Sudah 11 tahun lebih hanya wacana. Ini bukan waktu yang singkat. Masyarakat butuh jembatan, butuh akses, dan butuh pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Selain konektivitas, proyek ini juga dikaitkan dengan potensi energi baru terbarukan dari arus laut di wilayah tersebut.

Andre menyebut, potensi ini bahkan telah masuk dalam rencana umum penyediaan tenaga listrik oleh PLN.

“Arus laut di wilayah ini punya potensi besar untuk dikembangkan menjadi energi listrik. Ini bisa menjadi solusi di tengah mahalnya energi fosil akibat dinamika geopolitik global,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan estimasi anggaran sekitar 275 hingga 300 juta dolar AS atau setara Rp5–6 triliun, proyek ini dinilai sangat layak sebagai investasi jangka panjang.

Baca Juga :  Peduli Brimob Polda NTT Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi

Andre juga menyoroti pentingnya keputusan cepat dari pemerintah pusat, khususnya terkait mekanisme pengadaan proyek.

Ia berharap Presiden dapat menggunakan kewenangannya untuk mempercepat proses, termasuk melalui penunjukan langsung sesuai regulasi terbaru.

“Kalau semua sudah siap dari sisi kebutuhan, potensi, teknologi, hingga anggaran tinggal keputusan politik. Presiden punya kewenangan untuk mempercepat,” ujarnya.

Andre menegaskan, proyek ini bukan untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan demi kesejahteraan masyarakat NTT secara luas.

“Ini bukan soal nama besar siapa, tapi soal kebutuhan rakyat. Kalau terealisasi, ini bisa jadi proyek percontohan nasional untuk energi terbarukan dari arus laut,” pungkasnya.

Hingga kini, masyarakat NTT masih menaruh harapan besar agar proyek Jembatan Pancasila Palmerah benar-benar direalisasikan dalam waktu dekat, sebagai simbol kemajuan infrastruktur dan kemandirian energi di daerah.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung