PRS– Komitmen menjaga ketahanan energi nasional terus diperkuat oleh Pertamina Patra Niaga melalui optimalisasi distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke seluruh wilayah Indonesia.
Perusahaan memastikan pasokan energi tetap andal, aman, dan merata di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Sebagai subholding downstream, Pertamina Patra Niaga tidak hanya berfokus pada penyediaan energi, tetapi juga memperkuat infrastruktur distribusi yang terintegrasi.
Upaya ini dilakukan melalui penyediaan armada kapal laut, penggunaan skid tank untuk distribusi darat, hingga peningkatan pengawasan di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) serta pangkalan resmi.
Langkah strategis ini bertujuan menjaga ketahanan stok serta menjamin distribusi LPG dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil.
Salah satu pilar utama dalam sistem distribusi LPG nasional adalah fasilitas Ship-to-Ship (STS) Kalbut yang berada di Perairan Teluk Kalbut, Situbondo, Jawa Timur.
Fasilitas ini menjadi pusat layanan transfer LPG dari kapal induk (mothership) ke kapal-kapal yang lebih kecil untuk didistribusikan ke berbagai daerah.
STS Kalbut telah beroperasi sejak tahun 1995 dengan luas area laut mencapai 3,92 km² dan menjadi bagian penting dari Terminal BBM Tanjungwangi. Peran strategis fasilitas ini menjadikannya sebagai simpul vital dalam rantai distribusi energi nasional.
Area Manager Communication, Relations, and CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa STS Kalbut memiliki peran krusial dalam menjaga kelancaran pasokan LPG di Indonesia.
“Eksistensi STS Kalbut ini merupakan urat nadi energi Indonesia yang menjadi tulang punggung suplai LPG. Tidak hanya Jawa Timur, tetapi juga Bali, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Kalimantan hingga Sulawesi,” ujarnya.
Di wilayah Jatimbalinus sendiri, distribusi LPG dari STS Kalbut menopang sejumlah terminal strategis, seperti Terminal LPG Surabaya, Tanjungwangi, Manggis, Ampenan, dan Bima. Distribusi dilakukan secara berkala dengan kapasitas kapal bervariasi, mulai dari 1.700 hingga 10.000 metrik ton.
Ahad menambahkan, keberadaan STS Kalbut menjadi bukti komitmen Pertamina dalam menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat.
“Melalui STS Kalbut, Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi LPG berjalan aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.
Seiring meningkatnya kebutuhan LPG di Jawa Timur, aktivitas distribusi di STS Kalbut juga terus ditingkatkan. Pada 8 April 2026, sebuah kapal kargo dengan muatan sebesar 44.839 metrik ton telah bersandar dan siap didistribusikan ke sejumlah wilayah.
Distribusi tersebut meliputi:
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












