Daerah  

Saksi Roly Tepis Isu Hoaks Insiden Brimob EB

Poros NTT News

PRS – Informasi beredar dimedia sosial sangat menyudut anggota Brimob Polda NTT berinisial EB, diduga oknum yang tidak bertanggungjawab.

Bahkan Roly Irene Faot ikut meluruskan informasi liar yang beredar terkait insiden yang melibatkan anggota Brimob Polda NTT berinisial EB.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan kronologi kejadian yang belakangan viral dan menuai beragam spekulasi publik.

Menurut Roly, peristiwa tersebut bermula pada Rabu malam (06/12/2025) sekitar pukul 18.30 Wita.

Saat itu, EB menjemput dirinya untuk bersama-sama menuju tempat tugas guna mengikuti apel malam.

Dalam perjalanan, keduanya menemukan sebuah sepeda motor yang diduga milik korban terparkir dan menghalangi jalan di area tanjakan dekat sebuah kios kecil.

Roly menyebut, EB sempat menegur korban agar memindahkan kendaraan tersebut, namun teguran itu tidak segera direspons.

“Korbannya hanya melihat tanpa langsung memindahkan motor,” ungkap Roly pada Jumat (12/12).

Baca Juga :  Tegas!!! ADPRD Flotim Vicky Bethan, Minta Pemda Lakukan Reconsider Kebijakan Pemberhentian TEKO

Situasi tersebut memicu emosi EB hingga terjadi satu kali pukulan ke arah pipi kiri korban.

Roly menegaskan bahwa tindakan tersebut hanya terjadi sekali dan tidak berlanjut.

“Tidak ada pukulan lanjutan. Hanya satu kali,” tegasnya.

Setelah kejadian, EB sempat menanyakan alamat korban dengan tujuan mendatangi pemilik kos.

Menurut Roly, maksud EB adalah menyampaikan pesan agar penghuni kos tidak membuat masalah serupa di kemudian hari.

“Kami menuju kos korban untuk bertemu tuan kos, tapi tidak bertemu,” jelas Roly.

Ia juga menepis tudingan bahwa EB berada di bawah pengaruh alkohol saat kejadian.

Menurutnya, kondisi EB sepenuhnya sadar dan tidak dalam keadaan mabuk.

“EB tidak mabuk. Kami juga buru-buru karena dia harus segera apel malam,” tambahnya.

Roly secara tegas membantah isu yang menyebut EB kembali ke lokasi kejadian untuk kedua kalinya.

Ia menilai informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan.

“Itu hoaks. Banyak komentar jahat dari orang-orang yang tidak mengetahui kronologi sebenarnya,” ujarnya.

Ia berharap pemberitaan di media sosial maupun media daring dapat menyajikan informasi secara berimbang dengan menghadirkan keterangan dari kedua belah pihak, termasuk saksi mata yang berada langsung di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Brimob Polda NTT, Ditpolairud, dan Basarnas Bersatu Tangani Korban Erupsi Gunung Lewotobi

Sementara itu, pantauan media ada rencana mediasi antara pihak korban dan EB telah dijadwalkan sebagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan.

Reporter:HN

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung