PRS – Pekerjaan proyek besar di Desa Bliko, Kecamatan Wotan Ulumado, dan Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, terus menuai sorotan publik.
Dua proyek yang dikerjakan oleh PT Kurnia Mulia Mandiri, yaitu pembangunan Jembatan Bliko dan peningkatan ruas Jalan Hurung–Ile Pati–Demondei terus menjadi konsumsi publik.
Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 ini menelan biaya fantastis, mencapai Rp76,6 miliar.
Adapun rincian proyek tersebut meliputi pembangunan jalan senilai Rp56,39 miliar dan pembangunan Jembatan Bliko senilai Rp18 miliar lebih.
Jembatan Bliko laporan warga di lapangan menunjukkan bahwa proses pemasangan girder dan dinding modular pracetak jembatan Bliko dilakukan dengan cara yang dinilai tidak sesuai standar teknik konstruksi.
Dia menyebutkan bahwa alat berat yang digunakan hanyalah ekskavator, bukan crane atau erector sebagaimana lazimnya pada proyek jembatan besar.
“Pekerjaan girder jembatan seharusnya menggunakan crane agar posisi dan keseimbangan terjaga. Tapi kami lihat, yang digunakan hanya ekskavator. Itu berisiko tinggi,” ungkap seorang warga setempat pada Sabtu (19/10/2025).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












