Selain itu, Melki-Johni juga memiliki visi untuk “NTT Cerdas,” yang mencakup pembangunan sekolah-sekolah khusus, seperti SMK dengan jurusan spesifik seperti kopi, guna meningkatkan keterampilan yang relevan dengan potensi daerah.
Mereka juga berencana memberikan pembinaan khusus kepada siswa SMA yang ingin masuk ke sekolah kedinasan serta mendorong anak-anak NTT untuk memiliki peluang berkarir di kementerian pusat.
Demi kesejahteraan rakyat NTT, Melki berkomitmen menyediakan anggaran Rp 20 miliar untuk pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 100.000 pekerja. Langkah ini diharapkan dapat memberikan perlindungan sosial bagi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja.
Melki-Johni juga mendukung program makan siang yang diinisiasi oleh Prabowo-Gibran. Menurut Melki, program ini bukan hanya untuk meningkatkan gizi anak-anak NTT, tetapi juga membantu perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Ketua Tim Pemenangan Melki-Johni Provinsi NTT, Frans Sarong, menyatakan bahwa survei terbaru menunjukkan paket Melki-Johni berada di posisi teratas, meskipun dengan selisih yang tipis.
Ia meminta tim kampanye dan relawan bekerja lebih keras untuk memperkuat kemenangan ini. Frans juga menekankan pentingnya mengenalkan paket Melki-Johni hingga ke pelosok-pelosok NTT.
Safari politik ini juga meliputi kegiatan blusukan di Nanga Lili, Kabupaten Manggarai Barat, dan di beberapa titik lain di wilayah Satar Mese Raya, Kabupaten Manggarai, guna mendekatkan diri dengan masyarakat.
Paslon Melki-Johni, yang didukung oleh Koalisi Indonesia Maju, optimis dapat membawa perubahan positif bagi NTT. Dengan dukungan 11 partai politik, Melki-Johni diharapkan mampu mengatasi kendala fiskal akibat hutang pemerintah sebelumnya yang memengaruhi APBD NTT hingga 2028.
“Kita tahu bersama NTT saat ini, fiskal dalam kondisi beban yang sangat berat, karena harus melunasi angsuran utang sebesar Rp 1,3 triliun peninggalan dari kepemimpinan terdahulu.”
“Rp 1,3 Triliun itu kan harus dilunasi sampai tahun 2028 dan pelunasan itu tidak dengan menagih hutang, tetapi dengan memotong dana transfer dari pusat, sehingga fiskal/APBD kita menjadi pincang sehingga menyulitkan pembangunan NTT kalau hanya bergantung dari APBD I. Karena itu kita harus membutuhkan Melki-Jhoni yang ada dalam lingkaran kekuasan pusat,” tambah Frans.
Melki-Johni yang masuk dalam lingkaran kekuasan ini dapat memudahkan komunikasi mereka dengan pemerintah pusat untuk mendatangkan berbagai paket proyek pembangunan diluar dari ketergantungan terhadap APBD.
“Melki-Johni memiliki jaringan luas di pusat, ini akan memudahkan mereka membawa paket proyek pembangunan bagi NTT. Pilih Melki-Johni untuk masa depan NTT yang lebih baik,” tutup Frans.
Reporter : Hendrik/TIM
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












