“Saya mantan Kapolda, dan sudah menangkap 53 pelaku TPPO,” ungkap Johni dengan tegas, yang disambut meriah oleh yel-yel pendukungnya di arena debat.
Sebelum Johni, calon wakil gubernur SPK Andre Garu menyampaikan gagasan soal pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dan pemerintah dalam pemberantasan TPPO.
Namun, Johni mengkritisi pendekatan ini sebagai langkah yang perlu dikaji lebih lanjut agar kolaborasi benar-benar efektif hingga ke tingkat desa.
Sementara itu, calon wakil gubernur lainnya, Jane Suryanto, menyampaikan keraguan terhadap efektivitas Satuan Tugas TPPO dan menekankan solusi pencegahan melalui pembukaan lapangan kerja di NTT.
Jane juga mengklaim bahwa ia pernah berperan aktif dalam memulangkan korban TPPO, baik dalam kondisi hidup maupun meninggal dunia.
Dengan pendekatan yang berbeda dan berbasis pengalaman, pasangan Melki-Johni, melalui jawaban Johni Asadoma, menunjukkan komitmen yang nyata untuk memberantas TPPO.
Janji mereka didukung oleh pengalaman Johni yang telah berkiprah dalam kepolisian, serta strategi kolaboratif yang berfokus pada desa sebagai benteng utama pencegahan TPPO.
Pada akhir sesi, dukungan dan yel-yel dari pendukung pasangan Melki-Johni menggema di arena debat, menunjukkan antusiasme publik terhadap langkah nyata yang ditawarkan Johni Asadoma untuk mengakhiri TPPO di NTT.
Reporter: Hendrik/ TIM
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












