Debat yang berlangsung selama dua jam ini memberikan kesempatan bagi ketiga paslon untuk memaparkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi provinsi NTT, termasuk dalam bidang ekonomi, infrastruktur, dan pelayanan publik.
Paslon nomor urut 03, Simon Petrus Kamlasi-Andre Garu, mengatakan sektor pertanian dan pariwisata sebagai sumber utama perekonomian daerah.
Sementara itu, paslon nomor urut 01, Ansi Lema-Jeny Natalia, menekankan pendekatan pembangunan yang lebih fokus pada transparansi dan partisipasi masyarakat, tanpa bergantung pada koalisi politik yang besar.
Mereka percaya bahwa kerja sama dengan pemerintah pusat ” pertemanan” tanpa harus terikat pada koalisi dapat membawa NTT ke arah yang lebih baik.
Debat perdana ini menjadi salah satu ajang penting bagi masyarakat NTT untuk melihat kapasitas dan visi dari masing-masing calon pemimpin.
Dengan janji-janji besar yang disampaikan di atas panggung, masyarakat kini menunggu realisasi dari gagasan-gagasan tersebut di masa depan.
Pilgub NTT 2024 diperkirakan akan menjadi salah satu pemilihan yang paling dinamis, mengingat kuatnya persaingan antar pasangan calon yang memiliki basis dukungan politik yang beragam.
Debat ini memberikan gambaran awal mengenai arah kebijakan yang akan diambil oleh masing-masing paslon jika terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur NTT.
Reporter: Hendrik/TIM
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












