Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Berikut Nama Wakil Gubernur NTT dari KIM Dampingi Emanuel Melkiades Laka Lena

Poros NTT News

PRS – Koalisi Indonesia Maju (KIM) tengah mempersiapkan tiga kandidat potensial untuk mendampingi Calon Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.

Ketiga kandidat tersebut adalah Gabriel Abdi Kusuma Beri Bina dan Anita Mahenu dari Partai Gerindra, serta Jane Natalia Suryanto dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Diketahui Melki Laka Lena, dengan rekam jejaknya sebagai politisi pekerja dan eksekutor handal, memerlukan wakil gubernur yang memiliki pemahaman mendalam tentang lapangan dan juga pekerjaan kantoran.

Dia Michael Rajamuda Bataona, pengamat politik dari FISIP Unwira Kupang, menyatakan bahwa Melki membutuhkan sosok wakil yang memahami birokrasi dan memiliki kemampuan teknokratis.

“Dua-duanya harus dimiliki. Karena Melki Laka Lena, dengan track record sebagai politisi pekerja dan eksekutor handal, yang paham lapangan NTT dengan sangat baik dan akurat, tapi juga sangat paham tentang relasi-relasi kekuasaan dan jalur-jalur ekonomi politik di Jakarta,” ujarnya pada Sabtu, (6/7/2024).

Rajamuda Bataona menekankan pentingnya wakil gubernur yang tidak hanya memiliki pemahaman luas tentang masalah pembangunan di NTT.

Baca Juga :  Wakil Gubernur NTT Menyoroti Pentingnya Pemantapan Kualitas Pelayanan Dasar di Provinsi NTT

Kata dia, tetapi juga harus militan dan berani seperti Melki.

Menurutnya Gabriel Beri Bina dari Gerindra dan Jane Natalia dari PSI sebagai dua kandidat yang memiliki fleksibilitas pengetahuan, kemampuan adaptasi, serta kecepatan bekerja yang sejalan dengan Melki.

“Minimal figur wakil ini punya fleksibilitas nalar, kemampuan beradaptasi, serta berjiwa transformatif seperti Melki,” jelas Rajamuda Bataona.

Gerindra dan PSI dinilai memiliki infrastruktur mumpuni di seluruh NTT.

Rajamuda Bataona menggambarkan Beri Bina sebagai “mutiara dari Timur” dan Jane Natalia sebagai “berlian dari Timor”, menandakan keunikan masing-masing kandidat.

Masalah elektabilitas juga menjadi pertimbangan utama. Rajamuda Bataona menyarankan agar Melki dan partai KIM melakukan survei untuk melihat kelebihan dan kekurangan masing-masing figur sebelum memutuskan siapa yang akan dipilih.