30 Tahun Kudatuli, PDI Perjuangan NTT Tegaskan Komitmen Berdiri Bersama Rakyat

Reporter : PorosNTT
152223-768x510

Menurutnya, berbagai upaya untuk menggulingkan kepemimpinan Megawati justru melahirkan solidaritas rakyat yang kemudian menjadi fondasi lahirnya PDI Perjuangan sebagai kekuatan politik rakyat.

Ia menilai perjuangan pasca-Kudatuli membuka jalan menuju era reformasi dan sistem multipartai di Indonesia.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

“Demokrasi tidak boleh dimonopoli oleh kekuasaan. Reformasi membuka ruang bagi rakyat untuk menentukan pilihan politiknya secara lebih bebas,” ujarnya.

Meski demikian, Yunus menegaskan perjuangan demokrasi belum selesai. Ia mengingatkan bahwa ancaman terhadap demokrasi masih terus muncul dalam berbagai bentuk, termasuk pembungkaman kritik dan intimidasi terhadap suara yang berbeda.

“Kritik adalah vitamin bagi negara. Demokrasi tidak boleh alergi terhadap suara rakyat,” katanya.

Dalam refleksinya, Yunus mengajak seluruh kader PDI Perjuangan agar tidak berhenti pada romantisme sejarah, tetapi menjadikan pengorbanan para pejuang demokrasi sebagai energi moral untuk terus mengabdi kepada masyarakat.

“Kita harus tetap berdiri dalam satu barisan bersama rakyat, memperjuangkan demokrasi, memperjuangkan keadilan, dan menjaga agar kekuasaan selalu berpihak kepada wong cilik,” tegasnya.

Malam refleksi ditutup dengan pembacaan puisi, pertunjukan seni, dan renungan bersama. Di penghujung acara, Yunus kembali mengutip pesan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri:

Satyam Eva Jayate — Pada akhirnya, kebenaranlah yang akan menang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung